Perang Rusia Ukraina
Serangan Balasan Ukraina Tewaskan 100 Tentara Rusia di Kherson
Diperkirakan 100 tentara Rusia tewas dalam pertempuran dengan militer Ukraina.
TRIBUNJAMBI.COM - Diperkirakan 100 tentara Rusia tewas dalam pertempuran dengan militer Ukraina.
Dalam klaimnya Ukraina sukses menewaskan ratusan tentara Rusia dalam pertempuran di beberapa wilayah, termasuk wilayah Kherson di selatan.
Kherson adalah target serangan balasan Ukraina di selatan sekaligus mata rantai utama dalam jalur suplai Rusia.
Menurut keterangan Komando selatan militer Ukraina melaporkan, jalur kereta api ke Kherson yang melewati Sungai Dnipro telah terputus.
Serangan itu diprediksi akan mengisolasi pasukan Rusia di sebelah barat sungai dari suplai yang terletak di Crimea, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu (30/7/2022).
Komando selatan militer Ukraina menyebut lebih dari 100 tentara Rusia tewas dan tujuh tank hancur dalam pertempuran di selatan pada Jumat (29/7/2022).
Seorang pejabat Ukraina di Kherson, Yuri Sobolevsky memperingatkan warga untuk menjauh dari timbunan amunisi Rusia.
Ukraina Putus Akses Tentara Rusia
Pasukan Ukraina menyerang jembatan yang dikuasai pasukan Rusia dengan peluncur roket Amerika.
Ukraina melumpuhkan jembatan strategis yang digunakan Rusia.
Jembatan yang dihancurkan Ukraina itu digunakan untuk memasok pasukan Rusia di wilayah Kherson yang diduduki Ukraina selatan, kata para pejabat setempat Rabu 27 Juli 2022.
Dikutip dari apnews, Ukraina mengklaim telah menghancurkan gudang amunisi musuh, artileri dan peralatan militer lainnya di wilayah tersebut, menewaskan 51 anggota tentara Rusia.
Jembatan Antonivskyi di atas Sungai Dnieper diserang, hal ini disampaikan Kirill Stremousov, wakil kepala administrasi yang ditunjuk Moskow untuk wilayah Kherson.
Jembatan dibiarkan berdiri, tetapi lubang di deknya mencegah kendaraan melintasi rentang 1,4 kilometer (0,9 mil).
Setelah serangan Ukraina sebelumnya merusak jembatan minggu lalu, jembatan itu ditutup untuk truk, tetapi tetap terbuka untuk kendaraan penumpang sampai pemogokan terakhir.
Pasukan Rusia menghadapi serangan balik yang meningkat dari Ukraina di wilayah Kherson, yang direbut oleh Moskow di awal perang.
Pasukan Ukraina menggunakan beberapa peluncur roket HIMARS yang dipasok AS untuk menargetkan jembatan, kata Stremousov. Seorang juru bicara militer Ukraina, Nataliya Gumenyuk, mengatakan kepada TV Ukraina bahwa "serangan bedah" dilakukan di jembatan itu.
HIMARS memiliki jangkauan yang lebih jauh, lebih presisi, dan kecepatan tembakan yang lebih cepat daripada peluncur roket Smerch, Uragan, dan Tornado rancangan Soviet yang digunakan oleh Rusia dan Ukraina.
Senjata-senjata itu termasuk di antara miliaran dolar dalam bantuan militer Barat yang telah membantu Ukraina melawan Rusia sejak invasi 24 Februari.
Sumber Sebagian Artikel : Kompas.com
Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Jerman Kirim 16 Kendaraan Lapis Baja ke Ukraina untuk Menghadapi Pasukan Rusia
Baca juga: Pernah Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Jembatan Rawa Karindang Kini Rusak Tak Terurus
Baca juga: Jembatan Catur Rahayu belum pernah tersentuh pembangunan sejak awal dibangun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/25062022-rusia-ukraina.jpg)