Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perang Rusia Ukraina

Serangan Balasan Ukraina Tewaskan 100 Tentara Rusia di Kherson

Diperkirakan 100 tentara Rusia tewas dalam pertempuran dengan militer Ukraina.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
REUTERS/Alexander Ermochenko
Anggota layanan pasukan pro-Rusia berjalan di sepanjang jalan di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Diperkirakan 100 tentara Rusia tewas dalam pertempuran dengan militer Ukraina.

Dalam klaimnya Ukraina sukses menewaskan ratusan tentara Rusia dalam pertempuran di beberapa wilayah, termasuk wilayah Kherson di selatan.

Kherson adalah target serangan  balasan Ukraina di selatan sekaligus mata rantai utama dalam jalur suplai Rusia.

Menurut keterangan Komando selatan militer Ukraina melaporkan, jalur kereta api ke Kherson yang melewati Sungai Dnipro telah terputus. 

Serangan itu diprediksi akan mengisolasi pasukan Rusia di sebelah barat sungai dari suplai yang terletak di Crimea, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu (30/7/2022).

Komando selatan militer Ukraina menyebut  lebih dari 100 tentara Rusia tewas dan tujuh tank hancur dalam pertempuran di selatan pada Jumat (29/7/2022).

Seorang pejabat Ukraina di Kherson, Yuri Sobolevsky  memperingatkan warga untuk menjauh dari timbunan amunisi Rusia

Ukraina Putus Akses Tentara Rusia

 Pasukan Ukraina menyerang jembatan yang dikuasai pasukan Rusia dengan peluncur roket Amerika.

Ukraina melumpuhkan jembatan strategis yang digunakan Rusia.

Jembatan yang dihancurkan Ukraina itu digunakan untuk memasok pasukan Rusia di wilayah Kherson yang diduduki Ukraina selatan, kata para pejabat setempat Rabu 27 Juli 2022.

Dikutip dari apnews, Ukraina mengklaim telah  menghancurkan gudang amunisi musuh, artileri dan peralatan militer lainnya di wilayah tersebut, menewaskan 51 anggota tentara Rusia.

Jembatan Antonivskyi di atas Sungai Dnieper diserang, hal ini disampaikan Kirill Stremousov, wakil kepala administrasi yang ditunjuk Moskow untuk wilayah Kherson.

Jembatan dibiarkan berdiri, tetapi lubang di deknya mencegah kendaraan melintasi rentang 1,4 kilometer (0,9 mil).

Setelah serangan Ukraina sebelumnya merusak jembatan minggu lalu, jembatan itu ditutup untuk truk, tetapi tetap terbuka untuk kendaraan penumpang sampai pemogokan terakhir.

Pasukan Rusia menghadapi serangan balik yang meningkat dari Ukraina di wilayah Kherson, yang direbut oleh Moskow di awal perang.


Pasukan Ukraina menggunakan beberapa peluncur roket HIMARS yang dipasok AS untuk menargetkan jembatan, kata Stremousov. Seorang juru bicara militer Ukraina, Nataliya Gumenyuk, mengatakan kepada TV Ukraina bahwa "serangan bedah" dilakukan di jembatan itu.

HIMARS memiliki jangkauan yang lebih jauh, lebih presisi, dan kecepatan tembakan yang lebih cepat daripada peluncur roket Smerch, Uragan, dan Tornado rancangan Soviet yang digunakan oleh Rusia dan Ukraina.

Senjata-senjata itu termasuk di antara miliaran dolar dalam bantuan militer Barat yang telah membantu Ukraina melawan Rusia sejak invasi 24 Februari.

 

Sumber Sebagian Artikel : Kompas.com

Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Jerman Kirim 16 Kendaraan Lapis Baja ke Ukraina untuk Menghadapi Pasukan Rusia

Baca juga: Pernah Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Jembatan Rawa Karindang Kini Rusak Tak Terurus

Baca juga: Jembatan Catur Rahayu belum pernah tersentuh pembangunan sejak awal dibangun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved