Polisi Amankan Dua Mobil Xenia Pembawa Minyak Ilegal dari Bayung Lincir Tujuan Kuala Tungkal 

Polres Tanjabtim mengamankan dua minibus Xenia berwarna putih dan sliver pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tedmon di duga solar ilegal.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Polres Tanjabtim mengamankan dua minibus Xenia berwarna putih dan sliver pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tedmon di duga solar ilegal 

 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Kepolisian Tanjung Jabung Timur mengamankan dua minibus Xenia berwarna putih dan sliver pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tedmon di duga solar ilegal.

Tim opsnal dan Tipiter Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur menemukan 3 ton liter diduga solar ini dari kawasan Bayung Lincir Sumatera Selatan dengan tujuan Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat.

Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur AKP Ridho Prasetya mengungkapkan, penangkapan tersebut terjadi kala tim opsnal melakukan razia di sekitar Simpang Tuan pada Kamis 21 Juli 202 sekira pada 18.58 WIB.

"Pada saat razia personel menemukan dua mobil jenis minibus Daihatsu Xenia yang sedang konvoi, saat digeledah tim menemukan BBM yang dugaannya dari tambang minyak ilegal di Desa Bayat, Kecamatan Bayung Lincir," ujarnya, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Damkar Tanjabtim Sebut Ular di Rumah Warga Jenis Sanca Batik Panjang 4 M: Dugaan Makan Ternak Warga

Lanjutnya, ketiga orang pelaku tersebut bersinial AS, IM dan IJ yang merupakan warga Kota Jambi.

Dia menjelaskan, pelaku terancam pasal 54 UU nomor 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi junto pasal 55 KHUP pindana.
Dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 60 miliar rupiah.

"Untuk tindakan yang sudah kita lakukan adalah sudah memeriksa saksi-saksi, menyita alat bukti dan berkoordinasi dengan jaksa dan mengirimkan SPDP, untuk selanjutnya akan melaksanakan pengembangan kepada siapa mereka menjual dan pemodal dari minyak tersebut," jelasnya.

Menurut hasil Lidik sementara, kasat bilang dua minibus yang digunakan oleh pelaku tersebut merupakan kendaraan pribadi milik pelaku, bukan hasil dari pencurian.

"Menurut keterangan pelaku sejauh ini meraka baru satu kali ini lewat. Tetapi kami masih curiga ada kemungkinan sebelum ini meraka sudah pernah lewat juga," tuturnya.

Baca juga: Harga Sawit Murah, Petani di Tanjabtim Pilih Tak Jual

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved