Rembuk Stunting Kabupaten Tebo: Bersama Cegah Stunting

Target penurunan stunting di Kabupaten Tebo dari 26,2 persen menjadi 16 persen pada 2024 mendatang.

Editor: Rahimin
istimewa
Lina Marliana Staf BPS Kabupaten Tebo. 

Rembuk Stunting Kabupaten Tebo: Bersama Cegah Stunting

Oleh: Lina Marliana Staf BPS Kabupaten Tebo

TRIBUNJAMBI.COM - Upaya mencegah stunting di Kabupaten Tebo terus digalakan, pada 28 Juli 2022 mengadakan kegiatan konvergensi/rembuk stunting tingkat Kabupaten Tebo di aula Bakeuda Tebo.

Prevalensi stunting Kabupaten Tebo Tahun 2019 sebesar 29,5 persen, dan turun menjadi 26, 20 persen pada 2021 data ini berdasar Buku saku hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021.

Target penurunan stunting di Kabupaten Tebo dari 26,2 persen menjadi 16 persen pada 2024 mendatang.

Tentu untuk mencapai terget tersebut butuh kerja sama antar pemerintah daerah Kabupaten Tebo dengan pemerintah daerah Provinsi Jambi serta pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Tebo sendiri terus melakukan upaya pencegahan stunting yang melibatkan perangkat desa, kecamatan serta dari dinas terkait. 

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian karena jika tidak ditangani dengan baik bisa berdampak jangka panjang kepada si anak.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved