Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Bharada E Lepaskan Dua Tembakan Lagi Walau Melihat Brigadir Yosua Sudah Tersungkur
Selain tim khusus dibentuk untuk mengungkap misteri kematian Brigadir Yosua, Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM) juga turun tangan
TRIBUNJAMBI.COM - Misteri kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua hingga kini belum terungkap.
Brigadir Yosua tewas setelah ditembak Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Bharada E yang menembak Brigadir Yosua hingga tewas adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Kematian Brigadir Yosua juga membuat pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Bareskrim Polri dengan laporan dugaan pembunuhan berencana.
Bahkan, selain tim khusus dibentuk untuk mengungkap misteri kematian Brigadir Yosua, Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM) juga turun tangan mengusut kasus ini.
Enam ajudan Irjen Ferdy Sambo sudah diminta keterangan, termasuk Bharada E.
Baca juga: Bareskrim Ambil Alih 2 LP Kasus Kematian Brigadir Yosua dari Polda Metro Jaya, Ini Alasannya
Saat diperiksa Komnas HAM baru-baru ini, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menjelaskandetik-detik ia terlibat adu tembak dengan Brigadir, Jumat (8/7/2022).
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bilang, Bharada E menceritakan, awalnya rombongan tiba di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo dari untuk menjalani isolasi mandiri (isoman) setelah pulang dari perjalanan luar kota.
Saat itu, Bharada E langsung naik ke kamarnya di lantai dua untuk beristirahat.
"Dia (Bharada E) bilang masuk ke ruangan ADC (aide de camp atau ajudan), dia bersih-bersih, tidur. Tiba-tiba dia mendengarkan suara teriakan dari ibu P," katanya dalam tayangan di YouTube metrotvnews, yang dikutip Tribunnews.com, Minggu (31/7/2022).
Langsung Bharada E turun ke lantai satu karena mendengar teriakan istri Irjen Ferdy Sambo yang memanggil namanya.
Ketika turun, Bharada E melihat ada Brigadir Yosua.
Bharada E mencoba bertanya pada Brigadir Yosua mengenai apa yang terjadi.
"Namun, Bharada E justru ditembak oleh Brigadir Yosua. Merasa terancam, Bharada E memilih mundur untuk mengambil senjatanya," katanya.
Menurutnya, Bharada E terpaksa melepaskan tembakan ke arah Brigadir J untuk melindungi diri.