Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Brigadir Yosua Tewas Ditembak

TERUNGKAP Bukan Bharada E Pengancam Brigadir Yosua Tapi Ikut Berfoto Bersama Irjen Ferdy Sambo

Dari banyaknya kejanggalan itu, keluarga melalui kuasa hukum melaporkan ke Mabes Polri  terkait dugaan pembunuhan berencana.

Editor: Zulkipli
Kolase
Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan adanya ancaman pembunuhan yang diterima Brigadir J. 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak kejanggalan yang disebut keluarga atas kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua.

Brigadir Yosua tewas ditembak Bharada E yang merupakan ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Penembakan terhadap Brigadir Yosua terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Dari banyaknya kejanggalan itu, keluarga melalui kuasa hukum melaporkan ke Mabes Polri  terkait dugaan pembunuhan berencana.

Sementara, kuasa hukum menilai banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan dari tewasnya Brigadir Yosua.

Seperti, kata kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, ancaman pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.

Foto Brigadir Yosua Hutabarat semasa hidup
Foto Brigadir Yosua Hutabarat semasa hidup (Capture Kompas Tv)

Pihaknya sudah mengetahui siapa identitas sosok yang mengancam membunuh Brigadir Yosua sebelum ia ditemukan tewas di kediaman Kadiv Propam Irjen (Nonaktif) Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Bukan Bharada E ternyata. Kamaruddin Simanjuntak bilang, sosok pengancam Brigadir Yosua adalah satu di antara sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Sosok tersebut ada dalam foto bersama Irjen Ferdy Sambo dan sejumlah ajudan lainnya.

Dalam foto bersama itu, kata Kamaruddin Simanjuntak, ada Brigadir J hingga Bharada E.

Kamaruddin Simanjuntak bukan Bharada E yang melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.

"Orang yang mengancam ini saya sudah kantongi namanya. Kalau pernah lihat sejumlah foto yang mereka foto bersama itu, salah satu yang mengancam itu ada dalam foto itu," katanya dihubungi Tribunnews, Senin, 25 Juli 2022.

"Yang jelas bukan Bharada E," sambung Kamaruddin Simanjuntak.

Baca juga: Autopsi Ulang Brigadir Yosua Hutabarat, Dokter Erni: Jarak Tembak Akan Ketahuan

Kamaruddin Simanjuntak menceritakan soal ancaman yang diterima Brigadir Yosua hingga membuat ia ketakutan dan menangis.

Ancaman dimulai sejak Juni 2022 hingga sehari sebelum Brigadir Yosua tewas, yakni pada Kamis 7 Juli 2022 di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved