Berita Jambi

BPBD Provinsi Jambi Sebut Karhutla Masih Terkendali

Kondisi dari Januari sampai tanggal 21 Juli 2022, ada 79,45 Ha yang terbakar, dengan perincian 76,45 H lahan mineral sementara 3 Ha di lahan gambut.

Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi/Wira Dani Damanik
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jambi, Dody Chandra. BPBD Provinsi Jambi siaga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi siaga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Hal tersebut disampaikan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jambi, Dody Chandra.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya bekerja sama dengan TNI-POLRI, yang diprioritaskan dalam pencegahan karhutla.

"Kondisi dari Januari sampai tanggal 21 Juli 2022, ada 79,45 Ha yang terbakar, dengan perincian 76,45 H lahan mineral sementara 3 Ha di lahan gambut. Karhutla itu tersebar di beberapa kabupaten tapi masih terkendali," kata Dody kepada Tribunjambi.com, Senin (25/7/2022).

Dody menambahkan pihaknya sejak awal telah melakukan deteksi dini sesuai perintah Presiden. BPBD selalu berkoordinasi dengan BMKG, tentang cuaca untuk mengetahui situasi terbaru.

"Dalam pemantau, kami berkomunikasi dengan BMKG untuk mengetahui ramalan cuaca dan potensi-potensi karhutla di Jambi ini. Kami sudah diinstruksikan dan dititikberatkan pada pencegahan daripada penanggulangan bencana," ungkapnya.

Sejauh ini, 6 posko gabungan telah turun di beberapa daerah untuk melakukan pencegahan karhutla.

Baca juga: Anggota Banggar DPRD Provinsi Jambi Studi Banding ke BPKAD Sumsel

Baca juga: Verifikasi Parpol Mulai Awal Agustus, Parpol Minimal Punya 6 Anak Cabang Tingkat Kecamatan

"Tanggal 2 Juli kemarin sudah diturunkan personil. Setiap poskonya terdiri dari, 4 TNI, 4 PORLI, 3 BPBD dan ditambah 1 orang Manggala Agni. Mereka semua melakukan pencegahan, sosialisasi dan edukasi kepada semua unsur di daerah," katanya.

Hingga saat ini tim gabungan penangan karhutla masih bekerja dan pihak BPBD telah menaikkan status siaga karena beberapa kabupaten telah menginformasikan status naik menjadi siaga.

"Sejak 24 Mei sudah dinaikkan status menjadi siaga hingga November. Sekarang ini merupakan puncak dari situasi rawan karhutla, kami mendapat informasi dari BMKG, diinformasikan bahwa kondisi sekarang 4 hari panas, lalu ada hujan, jadi dalam 1 minggu itu diperkirakan ada hujan, sehingga masih terkendali. Namun kita tetap waspada, apalagi soal kebakaran lahan gambut yang sulit ditanggulangi," tutup Dody. (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Anggota Banggar DPRD Provinsi Jambi Studi Banding ke BPKAD Sumsel

Baca juga: Verifikasi Parpol Mulai Awal Agustus, Parpol Minimal Punya 6 Anak Cabang Tingkat Kecamatan

Baca juga: Komnas HAM Minta Keterangan Tim Forensik Polri Terkait Hasil Autopsi Pertama Brigadir Yosua

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved