Manfaatkan Program Akselarasi, Salmah Tahun Ini Sudah Sidang Proposal
Salma mengatakan menyerah bukanlah solusi kecuali bagi orang-orang yang frustasi.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI COM,JAMBI - Menuntaskan studi perkuliahan bukanlah sebuah perkara mudah bagi mahasiswa. Salah satu tuntutan yang harus dituntaskan yakni dalam penyelesaian skripsi, ini pula yang terkadang menjadi ganjalan dalam menuntaskan perkuliahan sehingga pada akhirnya banyak mahasiswa menjadi larut untuk menuntaskan apa yang telah mereka mulai sebelumnya.
Mahasiswa yang terlena, mudah patah arang, mental yang tidak sekeras baja menghadapi tekanan membuat mereka semakin lama menyelesaikan studi, ada yang harus bersusah payah, jatuh bangun dalam penyelesaian skripsinya karena ketidak sabaran menunggu respon pembimbing membuat beberapa mahasiswa menyelesaikan studinya hingga 9 semester dan tak jarang pula ada yang sampai 10, 11,12 dan 13 semester.
Tentu akan banyak waktu yang terbuang sia-sia, belum lagi harapan orang tua di kampung halaman harus kandas karena anaknya menyerah dengan keadaan tuntutan penyelesaian skripsi yang semestinya mereke bisa lulus tepat waktu 8 semester akhirnya menjadi lebih.
Sedih, kalut bahkan frustasi menghampiri para mahasiswa yang mendengar info kalau teman-temannya sudah selesai tepat waktu bahkan telah bekerja dan sebagian lagi melanjutkan jenjang lebih tinggi atau S2, sementara mereka masih bergelut dengan status kemahasiswaannya yang belum dapat mereka pastikan sendiri hingga sampai kapan status mahasiswa ini terus melekat dan berakhir.
Beda halnya dengan Salmah yang kini berada pada semester 6, dimana setelah menyelesaikan semua mata kuliahnya, Salmah bergegas menuntaskan PR nya yakni penulisan skripsi.
Selasa 12 Juli 2022 merupakan hari bahagia bagi Salma, perempuan yang memiliki semangat tempur luar biasa ini berhasil menjalankan sidang seminar proposalnya sehingga membuat teman seangkatannya terkaget-kaget dengan perjuangannya, apa lagi kakak tingkatnya yang juga heran dengan langkah Salmah yang begitu mulus dalam mengejar target 7 semester untuk dapat selesai dan menyandang prediket sarjana (S1).
Menurut Salmah sendiri, ia memaparkan beberapa resep langkah dalam penyelesaian studi, diantaranya ia berusaha untuk fokus dan selalu menemui pembimbingnya yang kebetulan adalah Ridwan dan Indra Bangsawan dan Alhamdulillah, kedua pembimbingnya ini sangat membantu ia, banyak masukan dan perbaikan yang itu segera ia kerjakan tanpa menunggu waktu sehingga membuat pembimbingnya pun bersemangat membantu Salma dalam mengarahkan.
Selanjutnya, ia memetakan masalah yang ia temui di lapangan, mempersiapkan teori yang diperlukan termasuk metodologi yang akan ia pergunakan.
"Pantang menyerah itu kuncinya," tutur Salmah sambil tersenyum.
Manfaatkan waktu dengan menambah referensi yang dibutuhkan. Perjuangan kita memang panjang, tapi kalau dibiarkan maka perjuangan itu akan semakin panjang dan pastinya juga melelahkan dan akan membuat kita semakin malas menuntaskan apa yang sudah kita mulai ujar Salmah memberi semangat kepada rekan-rekannya yang lain. Menyerah bukanlah solusi kecuali bagi orang-orang yang frustasi.
Ridwan ketua PRODI PIAUD melalui pesan singkatnya membenarkan kalau anak didiknya, Salmah telah seminar proposal bahkan kini menyiapkan izin riset. Penyelesaian studi 7 semester pada strata 1 sebenarnya telah kita laksanakan beberapa tahun yang lalu dan Alhamdulillah, beberapa prodi yang lain pun akhirnya mengikuti program akselarasi yang kami canangkan.
"Tentu tidak semua mahasiswa bisa menyelesaikan studinya di 7 semester karena hanya mahasiswa yang memiliki niat dan usaha yang kuat saja yang mampu melalui proses ini dan itu hanya beberapa, selebihnya banyak masuk angin alias kandas di tengah jalan," tutur Ridwan
"Yang penting kita membuka jalan bagi mahasiswa, jangan sampai kita mematikan harapan mereka untuk menuntaskan sesi yang paling tersulit selama perkuliahan, sebab berapapun nilai IPK mereka tanpa menyelesaikan skripsi maka gelar kesarjanaan pun tak bisa mereka peroleh," tambahnya.
"Kita beri kesempatan kepada mereka, kita motivasi mereka, kita arahkan dan kita fasilisasi dan support tak henti, selebihnya berpulang kepada diri mahasiswa itu sendiri karena saya pribadi tak bisa memaksa mahasiswa, mungkin mereka masih disibukkan dengan urusan pribadi yang membuat mereka lama menyelesaikan atau juga hal lain yang saya tak bisa berbuat banyak semisal mereka harus pulang kampung untuk membantu orang tua atau alasan lainnya, ya kita hanya berdoa semoga urusan mereka segera selesai dan dimudahkan segala sesuatunya," tutup Ridwan.( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Salmah-mahasiswi-S2.jpg)