DPRD Provinsi Jambi

Silaturahmi dan Reses di Muarojambi, Abunyani DPRD Jambi Diteriaki Warga jadi Bupati Muarojambi

Silaturahmi sekaligus bertatap muka dengan masyarakat Muarojambi, anggota DPRD Provinsi Jambi, Abunyani kerap mendapatkan dorongan dan teriakan dari m

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Anggota DPRD Provinsi Jambi Abunyani Silaturahmi sekaligus bertatap muka dengan masyarakat Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Silaturahmi sekaligus bertatap muka dengan masyarakat Muarojambi, anggota DPRD Provinsi Jambi, Abunyani kerap mendapatkan dorongan dan teriakan dari masyarakat jadi Bupati Muarojambi.

Dalam reses dan silaturahim nya di Desa Sekernan, Muarojambi, Abunyani yang mulai digadang-gadang sebagai calon kuat Bupati Muarojambi lebih memilih tersenyum saat masyarakat mendorong dirinya maju di Pilbub Muarojambi.

"Iya dorongan dari masyarakat untuk jadi Bupati Muarojambi itu sah-sah saja. Saya sekarang masih fokus di DPRD Provinsi Jambi dan terus melalukan silaturahmi bersama masyarakat, alim ulama dan para petani di Muarojambi," kata Abunyani.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Muaro Jambi Batanghari, Abunyani
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Muaro Jambi Batanghari, Abunyani (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi ini mengatakan, reses dan bersilaturahmi yang rutin dilakukan nya di wilayah daerah pemilihan nya (Dapil) Muarojambi-Batanghari juga sangat senang sambil berbagi paket sembako kepada masyarakat.

Pria asal Desa Sumber Jaya, Kumpeh ini juga dikenal sebagai pengusaha kelapa sawit dan kini mulai merambah ke CPO. di sela berlangsung reses nya di beberapa titik di Muarojambi tak sedikit masyarakat menginginkan dirinya menjadi Bupati Muarojambi.

"Selama saya reses menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat, selalu ada yang membicarakan soal itu. Padahal masa reses ini kita akan mencari tahu apa yang jadi keluhannya. Seperti dampak akibat rendahnya harga sawit berupa kemerosotan ekonomi masyarakat. Utamanya, bagi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah, itu yang kita cari tahu dan bagaimana solusinya," sebut Abunyani.

Untuk diketahui dari hasil silaturahmi dan reses nya di Sekernan, Muarojambi beberapa waktu lalu banyak keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada nya.

Salah satu di antaranya yakni, permasalahan umum terkait dengan pembangunan dan perbaikan Infrastruktur. Dimana infrastruktur jalan banyak yang rusak, selain aspal yang mengelupas, jalan juga banyak yang berlubang.

Beberapa ruas jalan juga rusak, salah satunya disebabkan karena pergeseran tanah sehingga menyebabkan jalan aspal retak dan juga terlalu sering dilewati kendaraan dengan beban melebihi tonase.

Baca juga: Reses di Sekernan, DPRD Provinsi Jambi Abunyani Dorong Pemerintah Pemulihan Ekonomi Masyarakat Desa

Tidak Ada Karantina di Tanah Air, Kesehatan Jamaah Haji Dipantau dan Isi Kartu Kewaspadaan

Di Muarojambi juga diperlukan sentuhan dan perhatian dari pemerintah agar pelayanan tetap berjalan dengan baik. Tentunya ada bantuan untuk merangsang sumber ekonomi baru bagi masyarakat luas.

Terurus terkait dengan terpuruknya ekonomi masyarakat yang menginginkan adanya perhatian dan upaya dalam melakukan pemulihan ekonomi. Karenanya, pemerintah perlu dan segera melakukan terobosan melalui konsep recovery ekonomi.

Karena lemahnya ekonomi masyarakat pasca pandemi ditambah rendahnya harga sawit maka pihaknya juga mendorong pemerintah agar memberikan sentuhan lain.

"Seperti, melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan dan menghidupkan kembali tempat-tempat Badan Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah pelatihan program padat karya. Serta, mendorong pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi desa," tutupnya. (Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dari 31 Perumahan di Sarolangun, Baru 20 Developer yang Menyerahkan Fasum dan Fasos

Baca juga: Reses di Sekernan, DPRD Provinsi Jambi Abunyani Dorong Pemerintah Pemulihan Ekonomi Masyarakat Desa

Baca juga: Tidak Ada Karantina di Tanah Air, Kesehatan Jamaah Haji Dipantau dan Isi Kartu Kewaspadaan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved