Berita Jambi

Mengandung Selama 400 Hari, Tapir Lahirkan Bayi Bertepatan dengan Idul Adha di Kebun Binatang Jambi

Seekor Tapir atau Tapirus di kebun binatang Taman Rimba Jambi, pada 10 Juli 2022 lalu atau berterpatan dengan Idul Adha, melahirkan.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Bayi Tapir di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seekor Tapir atau Tapirus yang ada di kebun binatang Taman Rimba Jambi, pada 10 Juli 2022 lalu atau berterpatan dengan Idul Adha, melahirkan.

Kelahiran anak tapir berumur lima hari itu di kebun binatang Taman Rimba Jambi menjadi kebahagian tersendiri bagi pihak kebun binatang. Dan, diberi nama Erliadha.

Kini bayi tapir tersebut menjadi hewan termuda di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi.

Kepala UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Erliyani, bersyukur dengan kelahiran itu. Dia juga menceritakan detik-detik kelahiran bayi tapir tersebut. Proses kelahiran bayi tapir normal dan berlangsung lancar.

Baca juga: Peby akan Melahirkan, Koleksi Tapir di Taman Rimba Zoo Kota Jambi akan Bertambah

"Setengah 12 siang dapat laporan dari staff ada tapir yang akan melahirkan, kita langsung ke lokasi dan sampai di kandang, bayi tapir telah lahir dan sedang dibersihkan oleh induknya. Tetapi belum diberi makan dan segera kita pisahkan dari tapir lainnya," ujar Erliyani.

Dia mengatakan ini merupakan kelahiran kelima satwa tapir di kebun binatang Taman Rimba Jambi. Menurut Erliyani, tapir termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.

Ia mengatakan hewan berwarna hitam putih tersebut mengandung selama 400 hari atau 13 bulan dan empat hari. Masa birahi tapir juga lama yakni dua tahun masa birahi

"Kalau dihitung-hitung hampir 4 tahun kita menunggu untuk kelahiran satu bayi tapir," katanya.

Bayi tapir yang baru lahir dan juga sang induk saat ini terus dipantau kesehatannya siang dan malam.

Baca juga: ISI CHAT TERAKHIR Brigadir Yosua Hutabarat di Grup WhatsApp Keluarga

Keeper tapir, Wawan, juga terus memantau perkembangan bayi tapir guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dokter hewan juga disiagakan untuk menjaga bayi tapir.

"Tapir termasuk hewan yang sensitif, jika stress anaknya bisa diserang, kita juga takut anaknya terhimpit induk, makanya kita standby terus menjaga," bilang Wawan.

Induk tapir juga diberi pakan tambahan agar air ASI untuk bayi lancar.

"Pakan tambahan berupa pepaya, pisang, rerumputan dan daun petai cina serta daun nangka yang lebih dia sukai agar induk nyaman tidak stress dan air susunya banyak," jelas Erliyani.

Karena masih terlalu muda bayi tapir sementara ini belum diperlihatkan kepada pengunjung kebun binatang.(Tribunjambi.com/Fitri Amalia)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved