Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Ini Sosok Brigpol Nofriansyah dan Kariernya yang Melesat di Kepolisian
Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang tewas karena kasus polisi tembak polisi adalah sosok yang melekat bagi keluarganya.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang tewas karena kasus polisi tembak polisi adalah sosok yang melekat bagi keluarganya.
Nofriansyah lahir pada bulan November tahun 1994 dan dikenal sebagai sosok pria yang lembut.
Ia dibesarkan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Sejak dulu, mereka tinggal di rumah sederhana, rumah dinas Sekolah Dasar (SD) Negeri 074, Desa Suka Makmur, Unit 1, Sungai Bahar, Muaro Jambi.
Menilik balik, Nofriansyah Yosua Hutabarat menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 74 Muaro Jambi, SMP Negeri 12 Muaro Jambi, dan SMA Negeri 4 Muaro Jambi.
Setelah lulus sekolah, ia langsung mengikuti tes polisi di SPN Polda Jambi tahun 2012, hingga menjadi anggota Brimob.
Tiga bualn tugas, ia diberangkatkan tugas ke Papua, saat itu, ayahnya, Samuel Hutabarat hanya membekali dirinya sebuah Alkitab.
Ayahnya, Samuel Hutabarat mengatakan, tidak ada perubahan dari Nofriansyah sebelum maupun sesudah menjadi anggota polisi.
"Kalau perubahan tidak ada ya, karena begitu lulus langsung jadi Polisi dia," kata Samuel.
Karier Nofriansyah terus meloncat di Kepolisian. Pernah bertugas di Pamenang, Jambi selama 3 tahun. Ia dipercaya sebagai Sniper di titik rawan saat hari besar keagamaan.
Kemudian, ia kembali dipercaya sebagai Provos di Mako Brimob Polda Jambi. Selama 3 tahun jadi Provos, ia mengikuti seleksi di Mabes untuk menjadi ajudan.
Pada tahun 2019, ia bertugas di Mabes Polri sebagai ajudan Kadiv Propam. Menurut Rohani Simanjuntak, bibinya Nofriansyah polisi yang berusia 27 tahun itu bekerja dengan baik sehingga dapat diberikan kepercayaan menjadi ajudan Kadiv Propam.
• Emak-emak Diserang Buaya di Tanjab Timur, Selamat Setelah Tendang Kepala Buaya
Baca juga: Sejumlah Pesan di Aplikasi WA dan FB Keluarga Brigpol Nofriansyah Terhapus Setelah Dugaan Peretasan
"Dilihat Nofriansyah bagus. Sehingga Pak Ferdy Sambo, Kadiv Propam, menarik Nofriansyah jadi ajudan," tuturnya.
Nofriansyah adalah anak kedua dari sepasang ibu yang berprofesi sebagai guru dan ayah yang berprofesi sebagai petani. Kata Rohani, Yosua adalah sosok yang lembut di mata keluarga, dibandingkan 3 saudara kandungnya.
"Nofriansyah itu suka bercerita. Orangnya lembut. Di antara 4 bersaudara orang ini, Yosua yang paling lembut," ujarnya.
Rohani pun mengatakan Nofriansyah mendapatkan perlakukan baik dari Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo serta istrinya.
Nofriansyagmendapatkan kepercayaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Polisi itu tidak pernah bercerita bahwa ada masalah dengan Kadiv Propam itu.
"Tidak pernah ceritakan masalah. Kalau ditanya, dia jawab 'baik di sana mak. Tenang di sini'. Itu kata dia. Dia orangnya jujur, baik. Dia dekat dengan jendral itu. Ini baik keluarganya," tuturnya. (Tribunjambi.com/Aryo Tondang)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Emak-emak Diserang Buaya di Tanjab Timur, Selamat Setelah Tendang Kepala Buaya
Baca juga: BKSDA Jambi Turun ke Lokasi Emak-emak Diserang Buaya di Tanjabtim
Baca juga: Sejumlah Pesan di Aplikasi WA dan FB Keluarga Brigpol Nofriansyah Terhapus Setelah Dugaan Peretasan