Brigadir Yosua Tewas Ditembak
PENEMBAKAN Brigadir Yosua Masih Misteri Bagi Keluarga, Muncul Masalah Baru: WA Diretas
Pihak keluarga belum mau spekulasi peretasanWA itu terkait kuatnya suara mereka menyuarakan berbagai kejanggalan atas meninggalnya Brigadir Yosua
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suang Sitanggang
Pria ajudan dari Irjen Pol Ferdy Sambo itu merupakan seorang sniper saat bertugas di Satuan Brimob Polda Jambi.
Almarhum sendiri masuk pendidikan Brimob pada tahun 2012, kemudian kembali ke Jambi lalu berdinas di Pamenang, Sarolangun.
Ia bertugas selama 3 tahun di Pamenang.
Baca juga: Profil Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat yang Tewas Ditembak di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri
Baca juga: Kejanggalan Kematian Brigadir J Terus Mencuat, 3 Handphone Keluarga Inti Diduga Diretas
Samuel mengatakan, anaknya adalah sniper, dan kerap ditempatkan di titik rawan, baik dalam perayaan hari besar agama dan Pemilu.
"Ya dia bilang dan kawan-kawannya juga bilang kalau dia sniper yang khusus ditempatkan di titik rawan," kata Samuel, Selasa (12/7/2022).
Hal tersebut menjadi tandanya bagi Samuel dan keluarga dalam insiden baku tembak tersebut.
Pasalnya, dalam koronlogis yang disampaikan pihak Mabes Polri ke pada keluarga, yang melakukan penembakan lebih awal adalah korban.
Di mana saat itu, sesuai rilis polisi, Nofriansyah disebut masuk ke kamar istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo, kemudian terdengar suara perempuan.
Yosua keluar dari kamar, bertemu dengan Bharada E.
Saat itu, Nofriansyah langsung menembak secara membabi buta ke arah Bharada E.
Namun, saat itu, Bharada E menghindari tembakan Nofriansyah, sembil mengeluarkan senjata dan langsung menembak ke arah Nofriansyah.
Hal tersebut menjadi kejanggalan baginya. Sebab lawan Brigadir Yosua itu tidak terkena tembakan pada insiden tersebut.
"Katanya anak saya lebih dahulu nembak dari jarak 7 meter, malah anak saya yang ditembak, katanya pelaku itu menghindar sambil menembak, kayak sinetron saja," bilangnya.
"Logikanya, jarak 7 meter kok bisa tidak kena, kok malah tembakan anak saya yang tidak kena" bilangnya.
Melihat lebih jauh, setelah dinas 3 tahun di Pamenang, Sarolangun, Brigpol kemudian ditarik sebagai Provos di Mako Brimob Polda Jambi.