Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tiga Pekan Jabat Mendag, Tren Harga Bahan Pokok Penting Turun

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga barang bahan pokok penting (bapokting) mengalami tren penurunan harga.

Tayang:
Editor: Fifi Suryani
Ist
Minyak goreng dijanjikan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan akan stabil dalam dua pekan. Zulhas juga menyebutkan jika tidak ada mafia minyak goreng yang menyebabkan mahalnya minyak di pasaran. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga barang bahan pokok penting (bapokting) mengalami tren penurunan harga.

Hal itu disampakan saat peluncuran Minyakita di kantor Kemendag, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2022).

"Pertama kali saya jadi menteri tiga minggu lalu, daging itu harga 150 ribu per kilogram kemarin di Pasar Kramat Jati sudah 130 ribu per kg," tutur pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Menurut dia, penurunan harga ini belum maksimal karena masih terbilang tinggi berdasarkan harga rata-rata nasional.

Mendag juga menyebut komoditas telur ayam sudah turun cukup signifikan.

"Waktu saya pertama kali turun ke Pasar Cibubur telur itu pedagang bilang harganya Rp30 ribu per kg sekarang sudah Rp27 ribu per kg," tuturnya.

Pun begitu daging ayam ras yang berangsur-angsur sudah turun.Zulhas menyebut satu ekor ayam saat ini sudah dibanderol Rp45 ribu per ekor dari sebelumnya Rp52 ribu per ekor.

"Jadi saya bisa sampaikan harga-harga menjelang Idul Adha besok ada yang naik sih tetapi tidak banyak," katanya.

Zulhas menilai adanya kenaikan harga kebutuhan bahan pokok hal yang wajar karena momentum libur hari raya.Namun secara nasional berdasarkan harga komoditas umumnya harga stabil.

Dalam rilis Kemendag hanya cabai, telur ayam ras, dan bawang merah yang mengalami kenaikan.

"Untuk beras dan gula relatif lebih stabil," tukas Ketua Umum PAN tersebut.

Tanam Cabai Hidroponik

Kementerian Perdagangan membangun sinergitas dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong petani menanam cabai hidroponik.

Mendag Zulhas menerangkan penanaman cabai hidroponik dilakukan dengan mekanisme pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Saya waktu baru menjabat sehari dua hari langsung menemui Menteri Pertanian dan sekarang dikembangkan tanaman hidroponik karena Kementerian Pertanian ambil KUR-nya banyak sudah Rp76 triliun," jelas Mendag.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved