Berita Sarolangun

Dinkes Sarolangun Catat 438 Kasus Stunting Pada 2021

Angka stunting di Kabupaten Sarolangun mencapai 438 kasus, berdasarkan data lokus stunting tahun 2021 lalu.

Shutterstock
Jadi Pembahasan Maruf Amin vs Sandiaga Uno, Sebenarnya Apa Itu Stunting? Apa Bedanya dengan Anak Bertubuh Pendek? 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Angka stunting di Kabupaten Sarolangun mencapai 438 kasus, berdasarkan data lokus stunting tahun 2021 lalu.

Kabid Kesehatan Masyarakat Kesmas Dinkes, Rosalinda menuturkan, meski saat ini kasus stunting masih ditemukan atau terjadi di kabupaten sarolangun namun jumlahnya mengalami penurunan.

Berdasarkan data lokus stunting pada tahun 2021 terdapat 438 anak mengalami stunting, atau mengalami keterlambatan perkembangan tubuh.

"Lokus stunting tersebut terjadi di beberapa Kecamatan dan Desa di Sarolangun, dan semua sudah mendapat penanganan dan jadi lokus kita, " ujar Rosalinda Selasa (5/7/2022)

Masih adanya angka stunting tersebut, dipengaruhi banyak hal. Di antaranya pola asuh yang kurang baik terhadap anak mereka.

"Selain faktor ekonomi pola asuh juga menjadi faktor. Misal, membiarkan anak tidak mau makan dan lebih memilih jajanan atau terlalu memanjakan anak yang salah menjadi sebab, " ujarnya.

Karena kasus stunting ini tidak terjadi bagi keluarga kurang mampu saja, ada juga keluarga yang dinilai cukup mapan namun anaknya juga masuk kategori stunting.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Tonton Video Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Gaet Korbannya Via Aplikasi Ini

Baca juga: Anggota DPRD Jambi Ivan Wirata Tinjau Pengerjaan Proyek Multiyear Sekaligus Reses di Kumpeh

Baca juga: Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Tinjau Pengerjaan Multiyears di Kumpeh Muarojambi

Baca juga: Al Haris Apresiasi Kapolda Jambi Terkait Covid-19, PETI Hingga 3 SAD yang Masuk Polisi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved