Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hidup Damai dan Melihat Allah

Bacaan ayat: Ibrani 12:14 (TB) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Hidup Damai dan Melihat Allah

Bacaan ayat: Ibrani 12:14 (TB) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Ukraina vs Rusia. Hari ini kita dihebohkan dengan perang yang sedang terjadi pada dua negara tersebut.

Dampaknya, bukan hanya pada kehancuran di negara yang sedang bertikai, namun kepada seluruh dunia.

Terutama di bidang ekonomi dan politik dunia. Apapun alasannya, faktanya perang masih ada dan itu merugikan peradaban manusia.

Presiden Joko Widodo berinisiatif menyambangi dua negara tersebut dan bertujuan untuk membangun perdamaian.

Di tengah perang yang sedang berkecamuk, kita sebagai bagian dari Negara Indonesia patut memberikan apresiasi positif.

Bahwa Indonesia sedang berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Banyak orang mungkin meragukan, apakah perdamaian bisa segera terwujud. Jangankan untuk perdamaian dunia, berdamai dengan diri sendiri saja betapa sukarnya.

Pergumulan untuk menerima diri sendiri sebagai anugerah ciptaan Allah yang mulia, masih dibayang-bayangi dengan kekuatiran bahwa dirinya akan ditolak oleh orang lain.

Damai dengan sesama, yang ada disekitar kita, pun masih sering mengalami pasang surut setiap waktu. Apakah itu harus membuat kita putus asa?

Presiden Joko Widodo sedang menginspirasi setiap orang bahwa tidak ada yang mustahil untuk perdamaian; dan untuk tujuan damai harus ada yang mau memulai untuk berjuang menciptakan damai.

Bukankah damai itu menjadi jantung iman Kristen? Damai antara Allah dengan manusia dalam karya penebusan melalui Yesus Kristus.

Damai ini akan mendasari semua perdamaian berikutnya: Damai dengan diri sendiri, Damai dengan sesama dan Damai dengan alam ciptaan Tuhan.

Karena hanya dengan rekonsiliasi perdamaianlah kehidupan akan dipulihkan sesuai maksud awal Allah menciptakan kehidupan. Taman Eden menjadi prototipe awal damai itu ada.

Dan itu yang dipulihkan oleh karya penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus.

Maka tepat adanya jika penulis surat Ibrani membuat pernyataan bahwa, "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."

Damai itu diperjuangkan. Damai itu diupayakan.

Damai itu didasarkan pada damai yang telah Allah lakukan melalui karya penebusan. Damai itu terjadi pada semua orang, tanpa terkecuali.

Di tengah dunia yang menawarkan damai berdasarkan syarat tertentu, Iman Kristen tampil menawarkan damai yang tanpa syarat.

Imbasnya bukan hanya tentang hidup manusia yang semakin baik; namun pada relasi manusia dengan Allah yang semakin intim.

Damai akan membawa seseorang hidup kudus dengan membuang segala prasangka dan pikiran buruk terhadap sesama.

Damai membuat seseorang terus berfikir baik tentang segala hal yang terjadi dalam kehidupannya.

Damai akan membuat seseorang melihat karya Allah dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan.

Mari wujudkan damai. Bebaskan pikiran dari segala hal yang merusak. Pikirkan yang positif dan kasih Allah akan terlihat di dalamnya. Amin

Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved