Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Harimau Sumatera

Khawatir Diterkam Harimau, Warga Sungaipenuh 6 Hari Tak Ke Ladang

Dua ekor Harimau berkeliaran di ladang warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi.

Penulis: Herupitra | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/HO/IRZAL AZHAR
Harimau Sumatera sebelum dilepasliarkan di TNKS, beberapa waktu lalu. Warga menemukan jejak harimau di ladang, di Sungaipenuh, Provinsi Jambi, dan diduga harimau masih berkeliran di sana hingga Selasa (28/6/2022) 

Harimau berkeliaran di kebun warga di Kota Sungapenuh, Provinsi Jambi, membuat warga kini khawatir ke ladang.

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Sudah enam hari warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh, Jambi tidak berani ke ladang.

Hal itu karena mereka masih dengar harimau Sumatera mengaum dari areal perladangan hingga Selasa (28/6/2022).

Selain itu jejak raja hutan itu juga mereka temukan di dekat perlandangan.

Chandra, warga setempat mengatakan harimau diduga masih berkeliaran di ladang warga.

Dia menyebut pada siang hari juga terdengar harimau mengaum.

Kini warga di sana ketakutan dan khawatir harimau itu akan masuk ke perkampungan.

Warga berharap pihak terkait bisa segera bertindak.

Sebelumnya, warga Renah Kayu Embun mengaku mulai melihat harimau di sana sejak, Rabu (22/6).

Warga juga menyebut 7 ekor anjing yang jadi penjaga kebun mati, diduga menjadi dimangsa harimau berkeliaran itu.

Sementara itu Tim dari TNKS dan BKSDA telah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti aduan warga ini.

Mereka masuk ke lokasi diduga harimau itu berkeliaran.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Perlindungan TNKS Kerinci, Wira.

"Hingga saat tim kita masih di lapangan," kata Wira, dihubungi Tribun, Minggu.

Diduga Harimau yang Dilepasliarkan

Candra mengaku melihat langsung keberadaan Harimau di ladangnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved