Berita Tanjabbar
Harga TBS dan Pinang Anjlok, Petani di Tanjabbar Mengeluh
Petani Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengeluhkan murahnya harga TBS.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Petani Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengeluhkan murahnya harga TBS.
Komoditi perkebunan kelapa sawit anjlok, menurut Syamsuddin seorang petani sawit di Tanjabbar menyebutkan sejak beberapa pekan terakhir harga TBS terus mengalami penurunan
"Harga anjlok, bahkan saat ini mencapai harga Rp.450 ribu, hal ini berbanding terbalik dengan bahan kebutuhan pokok rumah tangga yang terus meroket," jelasnya.
Menurut Syamsuddin, akibat anjloknya harga TBS, membuat petani sawit menjerit, karena perkebunan kelapa sawit yang merupakan komoditi andalan dan juga penghasilan para petani.
"Dengan murahnya harga TBS, para petani saat ini hanya bisa pasrah, karena komoditi pertanian andalan lainnya, seperti pinang harganya juga ikut merosot tajam," tambahnya.
Ia berharap kepada pemerintah bisa membantu menstabilkan kembali harga TBS, karena ditengah kebutuhan harga bahan pokok dipasaran tidak sebanding dengan harga buah sawit.
Ungkapan senada disampaikan salah satu petani pinang Tanjung Jabung Barat, Daeng menyebutkan harga buah pinang saat ini hampir senasib dengan harga buah sawit.
"Harga buah pinang sekarang ini terus menurun, tidak sebanding dengan harga bahan pokok yang dijual di pasar saat ini," jelasnya.
"Kita berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan terbaik, agar semuanya dapat saling menguntungkan," tutupnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Tonton Video Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Gaet Korbannya Via Aplikasi Ini
Baca juga: Jawaban Celine Evangelista soal Isu Dirinya akan Menikah dengan Marshel
Baca juga: Walikota Sungai Penuh Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2021
Baca juga: Kepiting Soka Sangat Diminati, Peternak Sulit Memenuhi Permintaan Pasar