Pemilihan Presiden 2024

Puan Maharani dan Cak Imin Tak Laku di Survey Pilpres Ternyata Ini Penyebabnya Kata Pengamat

Artikel ini membahas tentang Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Puan Maharani justru kurang populer di sejumlah Lembaga Survey.

Editor: Heri Prihartono
Youtube Tribun Timur
Puan Maharani dan Cak Imin masuk dalam elektabilitas terendah dalam sejumlah lembaga survey Pilpres 2024 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah Lembaga Survey merilis tokoh yang berpotensi masuk di Pilpres 2024.

Berikut nama tokoh yang sepi peminat sejumlah Lembaga Survey jelang Pilpres 2024.

Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Puan Maharani justru kurang populer di sejumlah Lembaga Survey.

Hal ini juga dinyatakan Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti.

Cak Imin dan Puan Maharani kurang populer dibandingkan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Cak Imin dan Puan Maharani kurang menarik bagi pemilih milenial.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani jadi tokoh yang diprediksi maju di Pilpres 2024
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani jadi tokoh yang diprediksi maju di Pilpres 2024 (Sumber: Kompas TV)


Keduanya justru berada di papan bawah elektabilitas capres di Pilpres 2024.

Demikian Ray Rangkuti merespons hasil survei Litbang KOMPAS kepada KOMPAS TV, Rabu (22/6/2022).

“(Muhaimin Iskandar dan Puan Maharani, Red) tidak menarik bagi pemilih, lebih khusus pemilih milenial,” ucap Ray Rangkuti.

Alasannya adalah kedua tokoh ini lebih membasiskan diri pada kekuatan partai, dan bukan pada laku mereka sendiri.

Hal ini yang jadi alasan mereka kurang diminitai milenial.
Apalagi tokoh milenial merasa tak punya keterikatan dan ketertarikan pada mereka.


Bahkan menurutnya kedua partai mereka dinilai tidak memiliki sesuatu yang spesial bagi pemilihnya.

“Akhirnya, jangankan publik dari luar, bahkan anggota partai saja belum tentu memilih keduanya,” kata Ray.

Berdasarkan Survei Litbang Kompas (67,7 persen) menyatakan tetap teguh akan memilih capres yang mereka sukai, sekalipun diusung parpol yang tidak disukai.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved