Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Nasib Ribuan Warga Ukraina yang Ditahan Militer Rusia Akankah Dibebaskan?

Artikel ini membahas tentang Rusia tak segan menahan warga sipil Ukraina yang tertangkap militernya. Ukraina mengklaim 1500 warganya ditahan di Rusia

Editor: Heri Prihartono
AFP/SERGEI SUPINSKY
Ribuan warga Ukraina ditahan di penjara Rusia, begini nasib mereka. 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia tak segan menahan warga sipil Ukraina yang tertangkap militernya.
Warga sipil Ukraina yang ditahan di Rusia jumlahnya sudah ribuan.
Hingga kini jumlah warga sipil Ukraina yang ditahan di penjara Rusia terus meningkat.
Hal ini seiring invasi Rusia terhadap Ukraina yang masih terjadi hingga saat ini.

Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Reintegrasi Wilayah Iryna Vereshchuk ungkap 1500 warga sipil Ukraina yang ditangkap

Vereshchuk, sebagaimana dilansir Ukrinform berpendapat warga sipil Ukraina seharusnya dibebaskan.
Di antara para tawanan ada sukarelawan, aktivis, jurnalis, imam, wakil dewan lokal hingga kepala lembaga pemerintah lokal.

Komite Palang Merah Internasional sebelumnya telah meminta Rusia untuk memberikan daftar warga sipil Ukraina yang ditawan oleh Rusia dan daftar itu juga telah diberikan ke Ukraina.

Tentara Rusia gempur Ukraina hingga jatuh banyak korban jiwa
Tentara Rusia gempur Ukraina hingga jatuh banyak korban jiwa (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Tentara AS Terancam Hukuman Berat

Nasib tentara Amerika Serikat di Ukraina yang terancam hukuman mati jika tertangkap pasukan Rusia.
Rusia tak akan buka peluang ampunan bagi tentara Amerika Serikat yang ditangkap di Ukraina.
Peluang hukuman manti pun membayangi tentara Amerika Serikat di Ukraina yang tertangkap pasukan Rusia.

Hal ini disampaikan Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dalam sebuah wawancara dengan televisi NBC yang disiarkan pada Senin (20/6/2022).

"Saya tidak bisa menjamin apa-apa. Itu tergantung pada penyelidikan," jawab Peskov, terkait apakah prajurit Amerika yang ditangkap di Ukraina tidak akan menghadapi hukuman mati.


Dilansir TASS, jubir Kremlin menjawab pertanyaan terkait d hukuman yang dijatuhkan kepada dua warga Inggris, Aiden Aslin dan Shaun Pinner, serta warga Maroko Brahim Saadoun.

Mereka akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Republik Rakyat Donetsk.

Sementara itu menurut laporan The Daily Telegraph pekan lalu dua mantan tentara AS, Alexander Drueke dan Andy Huynh, ditangkap di dekat Kharkov.

Hal ini membuat Departemen Luar Negeri AS pada 16 Juni lalu bernegosiasi dengan Rusia mengenai dua tawanan asal Amerika itu.

Serangan Masif Rusia

Serangan Rusia terhadap Ukraina semakin gencar bahkan dari berbagai arah.

Ukraina digempur Rusia dari berbagai arah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved