Puluhan Sapi untuk Kurban di Sungai Penuh Terjangkit PMK

Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, menemukan kasus penyakit Mulut Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi warga.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
ILUSTRASI- sapi yang positif PMK. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, menemukan kasus penyakit Mulut Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi warga.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, tercatat 67 sapi warga terserang PMK.

Kabid Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Penny Febrianti mengatakan, pihaknya telah mencatat puluhan ekor sapi kurban di Kota Sungai Penuh telah diserang PMK

"Hasil investigasi, sapi diserang PKM hingga menular sudah puluhan sapi. Awalnya, sapi terdeteksi berasal Batanghari masuk ke Sungai Penuh," jelasnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Peternakan dan perikanan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan ternak, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah.

"Antisipasi tersebut diantaranya memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang masuk, dengan mewajibakan hewan ternak memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal," tambahnya.

Baca juga: Sapi di Tanjab Timur yang Positif PMK Menunjukkan Kesembuhan

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh Edi Juarsa menyebutkan, pengetatan pengasawan hewan ternak ini akan terus dilakukan, mengingat saat ini di Kota Sungai Penuh tercatat sudah ada 67 kasus PMK yang ditemukan.

"Dari 67 kasus tersebut 29 ekor diantaranya sudah membaik, bahkan satu ekor diantaranya sudah dipotong karena sudah dinyatakan sembuh. Sementara untuk 38 kasus PMK lainnya masih dilakukan penanganan secara khusus dan telah menunjukan perkembangan yang cukup baik," kata Edi Juarsa.

Dijelaskannya, jika dilihat dari ketersediaan hewan kurban milik peternak lokal belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mengingat stok sementara yang ada hanya berkisar 238 ekor.

Baca juga: Vaksin PMK Sudah Datang, Bagaimana Cara Mendapatkan Vaksin PMK?

"Sedangkan kebutuhan hewan kurban di tahun ini mencapai 509 ekor. Untuk mengantisipasi kekurangan hewan kurban tersebut, mendatangkan hewan ternak dari luar daerah dengan melakukan pengawasan yang ketat," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved