Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

WIKIJAMBI

Mengulik Sejarah Masjid Tertua di Pinggir Sungai di Tebo

Berita Tebo-Kabupaten Tebo memiliki 107 Desa dan Kelurahan, salah satu desa di Tebo yang tak asing didengar oleh masyakat Tebo sendiri yaitu Desa Mang

Penulis: Sopianto | Editor: Nani Rachmaini
Sopianto Arfan/tribunjambi
Bagian dalam Masjid Nurul Jalal di Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO- Setiap daerah punya keunikan dan sejarahnya masing-masing. Setiap sejarah pasti mengandung nilai tersendiri.

Kabupaten Tebo memiliki 107 Desa dan Kelurahan, salah satu desa di Tebo yang tak asing didengar oleh masyakat Tebo sendiri yaitu Desa Mangun Jayo.

Desa Mangun Jayo terletak di Kecamatan Tebo Tengah, jarak tempuh dari Desa Mangun Jayo menuju ke Ibu Kota Kabupaten Tebo diperkirkan hanya 10 menit perjalanan. 

Di Desa Mangun Jayo sendiri terdapat Mesjid tertua di Kabupaten Tebo hingga saat ini masih berdiri kokoh yaitu Mesjid Nurul Jalal. 

Walaupun demikian ada sedikit berbebeda dari sebelumnya, atap, lantai dan plafon masjid sudah direnovasi karena dimakan usia. Namun bentuk asli Mesjid tersebut 90 persen berbahan kayu masih tetap terjaga. 

Selain itu, di dalam masjid ada 4 tiang dari kayu bulian untuk menyangga masjid agar bangunan tetap kokoh dan kuat.

Masjid Nurul Jalal, Masjid Tersebut Sudah berdiri Sejak tahun 1916. Masjid Ini Masih Digunakan Masyarakat Setempat untuk beribadah. 
Masjid Nurul Jalal, Masjid Tersebut Sudah berdiri Sejak tahun 1916. Masjid Ini Masih Digunakan Masyarakat Setempat untuk beribadah.  (Sopianto Arfan/tribunjambi)

Dari pondasi hingga satu meter berdinding semen, selebihnya kayu yang berjajar lurus ke atas, ditambah jendela yang awet membuat kita kembali seperti zaman dahulu ketika memandang bangunan yang penuh sejarah tersebut. 

Apalagi dengan kubah kayu yang berdiri tinggi seperti menambah nilai kuno dari bangunan yang berumur ratusan tahun itu.

Masjid Nurul Jalal yang terletak di pinggiran Sungai Batanghari Desa Mangun Jayo, banyak menyimpan cerita sejarah peradaban Islam di Tebo. 

Mesjid tersebut diperkirakan sudah ada sejak tahun 1916 lalu, dibangun oleh para pendahulu. 

Masjid Nurul Jalal, diperkirkan dengan luas lebar 10 meter dan panjang 10 meter hanya menampung kurang lebih 100 orang jamaah. 

Dari dulu hingga saat ini masih dimanfaatkan masayakat sekitar untuk beribadah dan melaksanakan kegiatan agama, seperti majelis taklim pada hari Jumat oleh ibu-ibu yang berada di Desa Mangun Jayo. 

Selanjutnya setiap hari-hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mihraj selalu diadakan di Masjid Nurul Jalal

Sedangkan pada bulan puasa digunakan untuk melaksanakan tarawih dan tadarus oleh warga sekitar.

Bukan hanya digunkan untuk tarawih, masjid tersebut ketika hari raya Idul Fitri dan Idul Adha Mesjid tersebut digunakan oleh kaum ibu-ibu untuk melaksanakan ibadah salat dan diimami oleh laki-laki.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved