Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Wisata Edukasi di Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Berita Jambi-Tribunners yang mencari wisata edukasi tentang perjuangan masyarakat Jambi bisa mengunjungi Museum Perjuangan Rakyat Jambi..

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
Yon Rinaldi/tribunjambi
Museum Perjuangan Rakyat Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tribunners yang mencari wisata edukasi tentang perjuangan masyarakat Jambi bisa mengunjungi Museum Perjuangan Rakyat Jambi yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Telanaipura Jambi.

Yulhandri,  Kepala satuan Kerja Museum Perjuangan Rakyat Jambi mengatakan di Jambi sendiri ada dua museum, Museum Siginjai dan Museum Perjuangan.

"Nah, di Museum Perjuangan ini lebih menampilkan bagaimana sejarah perjuangan rakyat Jambi melawan penjajah," katanya.

Di sini Tribunners bisa mempelajari sejarah Jambi mulai dari masa kerajaan Dato' Paduko Berhala, kesultanan hingga perjuangan melawan penjajah.

Museum ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama terdapat berbagai peninggalan sejarah mulai dari jeris, pedang, hingga senjata.

Di lantai dua kita akan disuguhkan berbagai diorama perjalanan rakyat Jambi melawan penjajahan Jepang dan Belanda, di sini juga terdapat berbagai senjata lawas pada masa perang dunia,  media yang dipakai pejuang untuk mengusir penjajah.

Di ruang depan sebelum masuk kita akan disajikan patung Sultan Thaha yang berdiri kokoh menghadap ke dalam museum.

Masuk sedikit ke bagian dalam kita akan melihat berbagai sejarah kesultanan yang ada di Jambi yang berkuasa sejak 1615 hingga 1904.

Museum ini dilengkapi dengan pemandu wisata, Yulhandri mengatakan setidaknya ada 5 pemandu wisata yang siap melayani pengunjung.

Dengan begitu pengunjung pun bisa bertanya tentang sejarah Jambi mulai dari peninggalan Keris Siginjai yang mana peninggalan orang Kayo Hitam, raja Jambi yang memerintah 1520 M jauh sebelum kesultanan.

Raja Jambi yang pertama Datuk Paduka Berhala (1480 M ) menikah dengan putri Selaras Pinang Masak mempunya 4 orang anak, Orang Kayo Pigai, Orang Kayo Pedataran, Orang Kayo Hitam dan Orang Kayo Gemuk.

Selanjutnya ada peninggalan masa kesultanan dari sultan pertama Jambi Sultan Abdul Kahar (1615 M), hingga Raden Mattaher.

Kita juga akan disuguhkan sejarah Perjuangan Sultan Thaha melawan penjajah di Tanah Jambi.

Sultan Thaha sendiri memerintah tahun 1855-1904 dan diteruskan oleh adiknya Raden Mattaher selama tiga tahun.

Setelah Raden Mattaher wafat, Jambi dikuasai Belanda dan dibentuklah keresidenan (1908).

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved