Warga Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Minyak Tanah, Caranya Ternyata Mudah

Warga Siten, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul berhasil  mengubah sampah plastik menjadi minyak tanah.

Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV
Metode ubah sampah jadi minyak tanah ini memakai alat pirolisis yang dikelola Bank Sampah Gerbang Pilah di Bantul. 

TRIBUNJAMBI.COM, YOGYAKARTA- Warga Siten, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul berhasil  mengubah sampah plastik menjadi minyak tanah.

Sampah itu diubah menjadi minyak tanah memakai alat pirolisis yang dikelola Bank Sampah Gerbang Pilah.

Pirolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan pemanasan dan menghasilkan cairan. Dan hasilnya cairan itu bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk kompor minyak tanah.

Menurut Ketua Bank Sampah Gerbang Pilah Suratno, sampah plastik dipanaskan sampai meleleh, mencair, dan akhirnya menguap. Setelah itu, pendinginan dilakukan dan minyak menetes perlahan.

“Alat ini bantuan dari salah satu kampus di Yogyakarta sejak 2019, tetapi karena Covid-19, penyulingan baru aktif tahun ini,” kata Suratno, Rabu (25/5/2022).

Ia memaparkan, proses pirolisis berlangsung selama tujuh jam dengan suhu di atas 300 derajat celsius.

Baca juga: BBM Naik April 2021 - Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Solar, Minyak tanah

Suratno menambahkan, alat ini bisa membakar 20 kilogram sampah plastik, sehingga penyulingan rata-rata dilakukan seminggu dua kali.

Dari 20 kilogram sampah plastik ini bisa menghasilkan 10 sampai 12 liter minyak. Estimasi produksinya dalam seminggu bisa menghasilkan 20 liter minyak atau 80 liter minyak tanah dalam sebulan.

“Jika dijual satu liter Rp10.000, bisa dapat Rp800.000,” ujarnya.

Suratno menilai, cara ini efektif mengurangi sampah plastik di desanya sekaligus membantu perekonomian para anggota. Selain digunakan sendiri, minyak hasil penyulingan juga laku dijual.

Baca juga: Indahnya Wisata Kerinci dan Sungai Penuh Ternoda Akibat Sampah

Ia mengaku selama ini hampir tidak pernah membuang sampah ke TPA Piyungan Bantul karena selalu habis diolah. Omzet bank sampah desa itu bisa mencapai Rp5 sampai Rp6 juta per bulan.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved