Seri A Italia
Perayaan Juara AC Milan Ternoda Dengan Aksi Keji Suporter, Medali Sang Pelatih Dicuri
Perayaan gelar Scudetto AC Milan ternoda dengan dicurinya medali pelatih Rossoneri stefano Pioli oleh suporter.
TRIBUNJAMBI.COM - Perayaan gelar Scudetto AC Milan ternoda dengan dicurinya medali pelatih Rossoneri stefano Pioli oleh suporter.
AC Milan akhirnya raih gelar Scudetto setelah puasa 11 tahun lamanya, usai mengalahkan Sassuolo 0-3 di laga terakhir, pada Senin (23/5/2022 dini hari.
Tambahan tiga poin membuat AC Milan berhasil menyegel gelar scudetto setelah mengumpulkan 86 poin.
AC Milan berhasil mengalahkan Inter Milan selaku pesaing terberat dalam perburuan gelar scudetto musim ini.
Tim Rossoneri unggul dua poin dari Inter Milan yang harus puas duduk sebagai runner-up.
Perayaan gelar juara scudetto pun akhirnya bisa dirayakan pemain maupun penggemar AC Milan setelah kemenangan melawan Sassuolo.
Baca juga: Daftar 5 Pemain Kunci AC Milan untuk Juarai Liga Italia, Termasuk Kiper Mike Maignan
Baca juga: Ibrahimovich Persembahkan Gelarnya Bersama AC Milan Kepada Mantan Agennya Mino Riola
Hanya saja memang ada noda hitam yang mewarnai perayaan AC Milan memenangkan gelar scudetto musim ini.
Noda hitam itu bahkan menyeret nama Stefano Pioli yang tak lain berstatus sebagai pelatih AC Milan.
Pioli yang menjadi dalang utama kesuksesan AC Milan memenangkan gelar scudetto mengaku mengalami nasib apes pada malam perayaan trofi timnya.
Nasib apes yang didapatkan Pioli tak lain soal kehilangan medali juara dalam perayaan selebrasi gelar juara tim besutannya tersebut.
Hal itupun diakui Stefano Pioli dalam sesi wawancara setelah pesta perayaan gelar juara digelar.
"Mereka telah merebut medali saya ketika selebrasi, jika anda dapat mengembalikannya, saya berterima kasih, itu satu-satunya yang saya miliki," ujar Pioli dilansir dari TribunNews.com.
Nasib apes yang dialami Pioli lantaran medalinya dicuri oleh oknum supporter tentu menjadi hal yang sangat disayangkan.
Apalagi setelah kemenangan melawan Sassuolo, para supporter memang melakukan invasi ke tengah lapangan untuk merayakan momen AC Milan menjadi juara.
Hanya saja momen itu menjadi bumerang lantaran medali juara milik Stefano Pioli malah hilang setelahnya.