Aksara Incung di Batik Kerinci
Batik Kerinci kini Kerinci sudah banyak diproduksi, salah satu yang paling kondang saat ini adalah batik dengan motif tulisan Incung.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, batik Kerinci kini Kerinci sudah banyak diproduksi. Salah satu yang paling kondang saat ini adalah batik dengan motif tulisan Incung, yakni aksara kuno Kerinci.
Tentu saja masih ada motif lain yang menunjukkan kekhasan budaya dan alam Kerinci. Namun, batik produksi rumah Batik Incoang Gnce selalu disertakan aksara Incung disamping motif utama.
Beralamat di Larik Pantai Kelurahan Sungaipenuh, Kota Sungaipenuh, di rumah batik 'Incoang Gnce' terdapat beragam batik yang dipajang. Ada juga batik yang tengah menjalani proses produksi.
Motif lainnya masih banyak lagi, antara lain, motif ikan semah, motif jangki dan lainnya. Di semua batik tadi terdapat aksara Incung, aksara Kerinci kuno yang dipercayai sudah digunakan bahkan sebelum Islam masuk.
Emeliawati pemilik rumah Batik Incoang Gnce menuturkan, rumah batiknya telah dibuka sejak 2016. Hingga saat ini rumah batiknya produksi untuk memenuhi pesanan pelanggan.
"Belajar membatik dari ikut pelatihan. Setelah itu saya buka rumah batik," kata Emeliawati ditemui, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Antisipasi Penyakit PMK, Disbunnak Kerinci Cek Kesehatan Ternak
Ia menyebutkan, bahwa batik produksinya adalah bermotif hal-hal yang merupakan khas Kerinci. Salah satunya adalah aksara Incung dan lain sebagainya.
"Selian aksara incung, khas lain yang terdapat di Kerinci sungaipenuh itulah merupakan motif batik kita," ujarnya.
Ia mengatakan, sengaja mengambil tema khas Kerinci karena ingin melestarikan budaya Kerinci. Apa lagi Kerinci Sungaipenuh penuh memiliki banyak peninggalan yang perlu dilestarikan.
"Biar masyarakat tahu bahwa di Kerinci ini ada aksara incung," ungkapnya.
Selembar kain batik tersebut dijual dengan harga beragam, tergantung rumit dan lama pengerjaannya.
"Standarnya dijual dengan harga Rp 140 perpotongan," jelasnya.
Baca juga: Pasca Lebaran, Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kerinci Meningkat
Kain batik Kerinci saat ini, menurut Emeliawati, sedang banyak digemari masyarakat Kerinci dan orang luar Kerinci.
“Orang dari luar banyak yang beli. Kita juga jual secara online,” katanya.(*)
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Batik-Kerinci-motif-aksara-Incung.jpg)