Breaking News:

Perang Rusia Ukraina

Putin Marah Besar, 2 Jenderal Top Rusia Dipecat Setelah Gagal Rebut Kharkiv

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan marah besar dan memecat dua jenderal penting Rusia.

Sumber: RIA Novosti
Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan memecat dua jenderal top Rusia. 

TRIBUNJAMBI.COM, LONDON - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan marah besar dan memecat dua jenderal penting Rusia.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan Inggris, Letnan Jenderal Serhiy Kisel dan Wakil Laksamana Igor Osipov telah dicopot dari jabatannya di militer Rusia.

Pemecatan tersebut muncul setelah keduanya gagal dalam operasi yang dilakukan militer Rusia di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Inggris juga mengeklaim banyak petinggi militer Rusia semakin terganggu oleh upaya untuk menghindari kesalahan pribadi atas kegagalan di Ukraina.

Baca juga: Putin Peringatkan Negara yang Ganggu Invasi Rusia ke Ukraina, Tak Segan Gunakan Senjata Nuklir

Dikutip dari Daily Star, Kamis (19/5/2022), laporan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan mengungkapkan, Putin memecat Letjen Kisel usai kegagalan merebut Kharkiv.

Sedangkan Wakil Laksmana Osipov dicopot karena tenggelamnya kapal perang The Moskva, yang merupakan maskot armada Laut Hitam Rusia.

“Pada beberapa pekan terakhir, Rusia telah memecat komandan senior yang dianggap memiliki performa buruk saat pembukaan invasi ke Ukraina,” tulis laporan tersebut.

Baik Letjen Kisel dan Wakil Laksamana Osipov diketahui berada di garis depan dalam penyerangan Rusia ke Ukraina.

Keduanya pun mendapatkan hasil buruk dan perlawanan keras dari pasukan Ukraina.

Baca juga: Peringatan Rusia Diabaikan, Swedia dan Finlandia Resmi Daftar NATO

“Budaya menutupi dan kambing hitam mungkin berhubungan dengan sistem keamanan dan militer Ukraina,” kata laporan tersebut.

“Banyak pejabat yang terlibat invasi di Ukraina akan cepat terganggu dengan usaha untuk menghindari kegagalan personal atas kemunduran operasional Rusia,” sambungnya.

Laporan itu juga mengeklaim bahwa hal ini akan menempatkan lebih lanjut pada model komando dan kontrol terpusat Rusia.

Selain itu, laporan itu juga menyebut bahwa perwira dan personel berpangkat tinggi akan berusaha untuk memberikan keputusan penting kepada atasan.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved