Polisi Duel Dengan Jambret
Tombak Berkarat Tertancap di Perut Kanit Resmob Polda Jambi, Pelaku Tewas Ditembak
Menurut Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan sebut, tombak yang dipakai Taufik Hardiyansyah sudah berkarat.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perut Kanit Resmob Polda Jambi, AKP Johan Silaen ditombak tersangka jambret.
Saat itu, polisi berusaha menangkap Taufik Hardiyansyah yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus jambret.
Menurut Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan sebut, tombak yang dipakai Taufik Hardiyansyah sudah berkarat.
Kombes Pol Kaswandi Irwan bilang, tombak tersebut biasanya dipakai untuk mencari atau menangkap ikan.
"Memang kita temukan berkarat, kalau biasanya, tombak ini dipakai untuk mencari ikan," katanya, Rabu (11/5/2022).
Taufik Hardiansyah ditembak mati lantaran menusuk Kanit Resmob Polda Jambi AKP Johan Silaen.
Pelaku tercatat sudah belasan kali melakukan aksi jambretnya di Kota Jambi dan beberapa kabupaten.
Baca juga: Ini Fakta Baru Jambret yang Ditembak Mati Saat Tombak Kanit Resmob Polda Jambi
"Pelaku ini sudah masuk DPO di Polresta Jambi sejak akhir tahun 2021. Ini kasus yang banyak. Pelaku ini termasuk ketua dalam komplotannya. Tahun kemarin akhir tahun 2021," katanya.
Taufik beraksi sebanyak 11 kali, yakni 6 kasus di Kabupaten Batanghari, 2 di Kota Jambi, dan 3 kasus di Muaro Jambi.
Pelaku mengincar kalung emas, berbagai perhiasan, dan lainnya, yang mayoritas korbannya merupakan perempuan.
Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, pria yang masuk DPO sejak akhir tahun 2021 itu, sempat mengancam akan melakukan perlawanan.
Polisi yang tidak menggubris ancaman itu, tetap melanjutkan operasi penangkapan, dan memasuki rumah Taufik.
AKP Johan Silaen, yang memimpin operasi langsung mengepung rumah pelaku di kawasan Tanjung Pasir, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Selasa (10/5/2022).
Namun, pelaku tidak menghiraukan petugas dan menantang petugas yang berada di luar rumah.
Pelaku sempat mau melarikan diri dari jendela samping rumah, dan dari belakang rumah. Namun, rumah sudah dikepung, sehingga pelaku tidak dapat bergerak.
Petugas menerobos rumah pelaku, kemudian menembak paha pelaku. Hal tersebut tidak membuat pelaku menyerah, justru kembali melawan.
Dengan menggunakan tombak, pria ini masih menusuk AKP Johan Silaen yang berada di garis depan.
Petugas langsung mengeluarkan tembakan kedua ke bagian perut samping.
Baca juga: Jambret yang Tombak Kanit Resmob Polda Jambi Ternyata Spesialis Jambret Emas, Wanita Target Utama
Namun, pelaku pembegalan ini belum tumbang. Hingga akhirnya polisi menembak bagian dada Taufik.
Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, tindakan polisi itu sudah terukur. Jika tidak dilakukan, akan mengancam nyawa AKP Johan Silaen.
"Itu kalau tidak, kita tidak tahu lagi kondisi personel kita," katanya.
AKP Johan Silaen sempat kritis kritis karena mendapatkan luka tusukan sedalam 5 centimeter, dan sepanjang 40 centimeter.
AKP Johan Silaen langsung dilarikan ke RSUD Raden Mattaher untuk dioperasi.
Kini kondisi polisi ini berangsur membaik, dan menjalani perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.
"Kita bawa ke RSUD Raden Mattaher, dan sudah ditangani cepat. Saya ucapkan terima kasih pada pihak rumah sakit yang memberikan respon cepat. Setelah sadar, Johan langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara," kata Kombes Pol Kaswandi Irwan.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kondisi Terkini AKP Silaen Polisi Jambi Korban Tombak 1 Meter yang Dilakukan Jambret