Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Bisnis

Ditjen Minta Penerima Beasiswa BPDPKS Kembali ke Daerahnya

Berita Jambi-Program pengembangan SDM, pemberian beasiswa program D1, D3, D4 yang didanai BPDPKS pasti berdampak baik secara langsung..

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Zoom mengenai beasiswa BPDPKS 

Harus dilihat bagaimana prosesnya, siapa saja yang bisa ikut dalam program. Perguruan tingginya juga harus menyiapkan modul dan perkuliahan yang semuanya berhubungan dengan kelapa sawit . Ini merupakan pekerjaan rumah bagi Ditjen Perkebunan dan BPDPKS supaya tidak salah dalam program S1 terkait kelapa sawit ini, beda dengan D1 - D4 yang sudah jelas semua.

Alur pelaksanaan program beasiswa BPDPKS adalah dimulai dengan penetapan lembaga pendidikan oleh BPDPKS. Setelah itu Ditjenbun melakukan sosialisasi, pendaftaran on line, finalisasi dan perbaikan data, tes akademik, penyampaian hasil peserta yang lulus seleksi akademik kepada disbun untuk diverifikasi. Disbun melakukan verifikasi kemudian diserahkan lagi ke Ditjenbun. Ditjenbun membuat rekomtek, kemudian BPDPKS menetapkan peserta penerima beasiswa.

Tahun 2022 target penerima beasiswa 1.000 orang. Sosialisasi akan dimulai bulan Mei bersamaan dengan kelulusan SMA sehingga diharapkan lebih banyak calon mahasiswa yang terjaring.

Enam perguruan tinggi tempat mahasiswa penerima beasiswa belajar juga diharapkan ikut melakukan sosialisasi, terutama di daerah-daerah tempat mahasiswa berasal. 

Berdasarkan monev ke AKPY dan LPP, beberapa persyaratan diubah karena itu menyulitkan calon siswa untuk mendaftar.

Fokus pengembangan SDM selain pendidikan juga pelatihan.

Pelatihan sudah diadakan di 21 provinsi dengan total kelas pelatihan 229 dan SDM yang dilatih 9.679 orang. Tahun 2021 rekomtek pelatihan 2,507 orang dengan rincian 498 orang telah dilatih PT LPP Agro Nusantara sedang 2.507 orang lagi direncanakan tahun 2022. Lembaga pelatihan selain LPP adalah PPMKP Ciawi, Balai Pelatihan Pertanian Jambi, AKPY, PT Sumberdaya Indonesia Berjaya dan PT Best Planter Indonesia. Tahun 2022 target pelatihan 5.100 orang.

Alur pengusulan pelatihan SDM adalah disbun kabupaten melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengajuan usulan calon penerima pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit. Usulan disampaikan ke Disbun Provinsi untuk verifikasi kemudian SK Kadisbun Prov calon penerima pelatihan. Ditjenbun melakukan verifikasi usulan provinsi dan menerbitkan rekomtek. BPDPKS melakukan verifikasi rekomtek dan menetapkan lembaga pelatihan.

"Jumlah penerima beasiswa dan pelatihan masih terlalu sedikit dibanding luas kebun kelapa sawit yang mencapai 16 juta ha dan kebun kelapa sawit rakyat yang mencapai 6,9 juta Ha. Masih banyak pekerjaan rumah yang besar dalam pengembangan SDM. Pendidikan dan Pelatihan SDM merupakan investasi supaya kelapa sawit kita semakin lebih kuat," jelasnya.

Baginda melanjutkan SDM yang sudah mendapat pendidikan dan pelatihan pasti lebih kompeten dibanding yang belum. Lulusan D1 pasti lebih kompeten dalam dasar teori dan penerapannya dibanding yang hanya lulus SMA.

Lembaga pendidikan juga harus memberikan sertifikat kompetensi kepada lulusannya untuk berberapa bidang dalam perkebunan kelapa sawit.

Salah satu mahasiswa penerima beasiswa adalah Adinda Nabila Siregar, anak pekebun dari Sumatera Utara yang berkuliah di Poltek CWE.

Awal mula tertarik ikut beasiswa adalah informasi dari teman kemudian mencari tahu lebih dalam lagi, mendaftar, test dan diterima. (*)

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

Baca juga: SMA/SMK, SLB, hingga S3 di Jambi akan Dapat Beasiswa, Sekarang Tengah Tahap Ini

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved