Kemenag Sarolangun Persiapkan Keberangkatan Jamaah Calon Haji, Dapat Kuota 115 Orang

Kementrian Agama Kabupaten Sarolangun telah menerima keputusan terkait keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sarolangun.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementrian Agama Kabupaten Sarolangun telah menerima keputusan terkait keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sarolangun.

Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar berkata, bahwa informasi kepastian keberangkatan haji sesuai dengan surat dari Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jambi dengan nomor : B.2030/Kw.05.4/1/HJ.00/4/2022 tentang verifikasi jamaah haji reguler tahun 2022.

Kata Syatar, jumlah yang ditetapkan untuk keberangkatan JCH asal Sarolangun ini mendapatkan kuota sebanyak 115 orang, ditambah dengan 21 orang cadangan.

“Akhirnya keinginan dan harapan dari para JCH untuk berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2022 ini, terjawab sudah dengan telah kami terima surat dari kanwil Kemenag provinsi Jambi tentang jumlah kuota jch yang akan diberangkatkan tahun 1443 H/2022 M,” ujarnya, Minggu (24/4/2022).

Usai mendapatkan pemberitahuan ini, pihaknya langsung melakukan persiapan bagi JCH yang akan diberangkatkan tersebut berupa persiapan administrasi persyaratan yang harus dilengkapi.

“Tadi kita sudah mulai bekerja khususnya staf pengolah haji menyiapkan persyaratan yang diperlukan keberangkatan JCH,” katanya.

Baca juga: Ini Penjelasan Kemenag Jambi Soal Rencana Perjalanan Haji 2022

Untuk keberangkatannya, lanjut M Syatar bahwa jika nanti JCH asal Provinsi Jambi masuk dalam gelombang I maka kloter pertama kemungkinan Diberangkatkan pada tanggal 04 Juni 2022 mendatang, dan jika masuk dalam gelombang kedua maka JCH Sarolangun akan diberangkatkan pada 19 Juni 2022 mendatang.

“Tanggal keberangkatan JCH sambil kita menunggu keputusan kanwil Kemenag provinsi Jambi termasuk masuk gelombang berapa karena selama keberangkatan jch terdiri dari dua gelombang,” katanya.

Disamping itu, Kepala Kemenag Sarolangun juga meminta JCH yang rencananya berangkat pada tahun 2020 yang sudah melunasi sebanyak 232 orang, namun karena pandemi covid-19 akhirnya ditunda. Dari jumlah itu memang ada 11 orang diantaranya sudah meninggal dunia namun sudah digantikan oleh pihak keluarga terdekat.

Karena kuota hanya 115 JCH tahun 2022 ini, tentu tidak semua jumlah JCH yang sudah melunasi bisa diberangkatkan. Kata Syatar, hal itu juga dalam menindaklanjuti keputusan pemerintah Arab Saudi yang menetapkan untuk jamaah haji yang menunaikan ibadah haji umur maksimal 65 tahun.

Baca juga: Kemenag Jambi dan Pemprov Jambi Tunggu Kuota Provinsi Jambi Terkait Keberangkatan Jemaah Haji 2022

Maka ia pun meminta bagi masyarakat yang mungkin belum masuk dalam kuota keberangkatan JCH tetapi sudah melunasi agar untuk bersabar karena ini berkaitan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintahan Arab Saudi.

“Bahwa sanya persyaratan untuk boleh diberangkatkan menunaikan ibadah haji itu umur maksimal 65 tahun, jadi secara otomatis banyak yang tidak terjaring karena masyarakat jch banyak yang umurnya lewat dari 65 tahun. Ini adalah ketentuan pemerintah Arab Saudi bukan ketentuan atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah indonesia, kita hanya menindaklanjuti ketentuan yang ada. Jadi kami tetap minta untuk senantiasa bersabar dan yang terjaring mohon untuk mempersiapkan diri untuk keberangkatan jamaah calon haji," tutupnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved