Perang Rusia Ukraina

Rudal Ukraina Hantam Kapal Induk Laut Hitam Rusia, Ratusan Pelaut Diperkirakan Tewas

Moskva - kapal penjelajah rudal era Soviet yang besar - tenggelam saat ditarik kembali ke pelabuhan dalam cuaca badai menyusul ledakan dan kebakaran.

Editor: Rahimin
dailymail.co.uk
Kapal Induk Laut Hitam Rusia berpenumpang 510 awak kapal tenggelam di Laut Hitam setelah dihantam Rudal Ukraina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan pelaut Rusia diperkirakan tewas.

Hal itu setelah kapal induk laut hitam Rusia ditenggelamkan rudal Ukraina.

Demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia hari ini. 

Kyiv (Kiev) sebelumnya klaim berada di balik serangan rudal ganda pada Rabu malam di lepas pantai Ukraina.

Moskva - kapal penjelajah rudal era Soviet yang besar - tenggelam saat ditarik kembali ke pelabuhan dalam cuaca badai menyusul ledakan dan kebakaran.

Demikian kantor berita Rusia TASS melaporkan pada hari Kamis waktu setempat atau Jumat WIB.

Ukraina mengatakan, kebakaran di kapal itu disebabkan dua rudal jelajah Neptunus yang ditembakkan satu baterainya di dekat kota pelabuhan Odesa.

Ratusan pelaut mungkin tewas dalam serangan itu.

Kyiv sebelumnya bilang, pihaknya berada di balik serangan yang diklaim menyebabkan kapal perang 'mulai tenggelam'.

Seorang prajurit Ukraina berjalan di samping mayat-mayat yang berbaris untuk diidentifikasi oleh personel forensik dan petugas polisi di pemakaman di Bucha, utara Kyiv, pada 6 April 2022.
Seorang prajurit Ukraina berjalan di samping mayat-mayat yang berbaris untuk diidentifikasi oleh personel forensik dan petugas polisi di pemakaman di Bucha, utara Kyiv, pada 6 April 2022. (AFP/RONALDO SCHEMIDT)

Analis angkatan laut menjelaskan, kapal dan 510 awaknya dibiarkan setelah berlayar dalam pola yang dapat diprediksi dalam jangkauan baterai rudal pantai Ukraina.

Kremlin berusaha mengecilkan kerusakan mengatakan, kebakaran telah diatasi di kapal, dan ratusan anggota awak telah dievakuasi ke kapal lain di Laut Hitam.

Ia mengklaim kapal itu tetap mengapung, dan akan ditarik ke pelabuhan. Itu tidak menyebutkan serangan Ukraina.

Namun, malam ini kantor berita negara Rusia TASS mengutip kementerian pertahanan yang mengatakan: "Saat ditarik ... menuju pelabuhan yang dituju, kapal kehilangan keseimbangan karena kerusakan yang diderita di lambung saat kebakaran terjadi setelah amunisi meledak. Mengingat laut berombak, kapal tenggelam."

Hilangnya kapal perang itu adalah bencana militer terbaru Rusia sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved