Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi, Saksi Perkembangan Agama Islam di Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan masjid yang terletak di Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Ker

Tayang:
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/HERUPITRA
Masjid Agung Pondok Tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan masjid yang terletak di Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Kerinci yang dibangun pada tahun 1874.

Selain merupakan masjid tertua di Kerinci, masjid Agung Pondok Tinggi dibangun dengan aristektur klasik dan juga berbagai hiasan ukiran berbagai motif.

Masjid ini juga menjadi saksi bisu berkembangnya agama Islam di tanah Kerinci.

Pantauan Tribun jambi, tempat ibadah bagi umat Islam ini memiliki beberapa keunikan pada segi arsitektur, ukiran-ukiran serta bedug berukuran raksasa masih terdapat di Masjid ini.

Lokasi masjid berada pada pusat kota Sungai Penuh, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Fasilitas Masjid Agung Pondok Tinggi

Masjid Agung Pondok Tinggi pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai. Seperti kamar mandi, tempat wudhu, dan juga tempat parkir yang cukup luas.

Terdapat pula sebuah perpustakaan dengan koleksi berbagai buku.

Pada tempat ibadah ini pun sering diselenggarakan berbagai kegiatan keagamaan untuk masyarakat setempat.

Di dalam ruangan masjid terdapat mihrab yang berukuran sekitar 3,1 meter x 2,4 meter. Mihrab ini pun dihiasi dengan berbagai ukiran indah, serta keramik.

Ketua Masjid Agung Pondok Tinggi, Herman dikonfirmasi, Rabu (13/4/2022) mengatakan, Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun pada 1 Juni tahun 1874 Masehi, dan tercatat sebagai salah satu masjid tertua yang ada di Kerinci.

"Pembangunannya dilakukan secara gotong royong dari warga Sungai Penuh yang kala itu hanya terdiri dari 90 kepala keluarga. Tak hanya laki-laki saja, para wanita pun turut membantu dalam membangun masjid ini," ungkapnya.

Diceritakannya, sebelum pembangunan masjid, selama tujuh hari tujuh malam diadakan pesta keramaian yang turut dihadiri seluruh masyarakat setempat. Dalam pesta ini turut pula disembelih 12 kerbau.

Setelah pondasi selesai, dibuatlah sebuah panitia pelaksanaan pembangunan masjid dengan cara bermusyawarah.

Akhirnya, hasil dari musyawarah tersebut menunjuk empat orang sebagai panitia yaitu Bapak Rukun (Rio Mandaro), Bapak Hasip (Rio Pati), Bapak Timah Taat dan juga Haji Rajo Saleh.

Sedangkan arsitek perancang desain masjid adalah M. Tiru yang tak lain adalah warga Desa Pondok Tinggi.
Selain itu ditunjuk pula 12 tukang bangunan, yang dinilai cakap dan memiliki keahlian khusus dalam pembangunan masjid.

Dalam proses pembangunan untuk membangkitkan semangat kerja warga diadakan pula pementasan kesenian Kerinci seperti seni pencak silat.

"Secara menyeluruh, pembangunan masjid akhirnya selesai pada tahun 1902," jelasnya.

Katanya lagi, nentuk atap Masjid Agung Pondok Tinggi memiliki 3 filosofi hidup yang dianut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Pondok Tinggi.

Ketiga filosofi tersebut diantaranya adalah bapucak satu (berpucuk satu), berempe jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga).

Masjid Agung Pondok Tinggi memiliki ketinggian mencapai 30,5 meter dan ditopang dengan 36 buah tiang nan kokoh.

Tiang-tiang ini pun dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu Tiang Panjang Sambilea (Tiang Panjang Sembilan), Tiang Panjang Limao (Tiang Panjang Lima), dan Tiang Panjang Duea (Tiang Panjang Dua).

Tiang Panjang Sambilea merupakan tiang dengan panjang sekitar 9 depa atau 15 meter.

Tiang ini berdiri menyangga masjid dengan jarak sekitar 10 hingga 11 meter antara satu tiang dengan tiang lainnya.

Tiang ini berjumlah empat, membentuk persegi empat dan ditanami paku emas sebagai penolak bala.

Besar dari tiang ini juga sama persis dengan yang ada di Ka’bah di Mekkah.

Sedangkan Tiang Panjang Limao memiliki ukuran lima depa atau sekitar 8 meter. Tiang ini berjumlah 8 buah, dan ditata membentuk segi empat.

Tiang ketiga atau yang disebut Tiang Panjang Duea memiliki ukuran sekitar 2 depa atau sekitar 5,4 meter.
Tiang ini dulunya berjumlah 24, namun kini hanya tinggal 23 karena diambil satu untuk membuat mihrab masjid.

Selain tiang-tiang tersebut, masih ada tiang dua tiang gantung yang ukurannya sekitar 7 meter. Tiang gantung ini berjumlah dua buah, serta diklaim cukup elastis.
Masjid ini dibangun tanpa menggunakan paku atau bahan perekat pada umumnya.

Dinding-dinding hanya diapitkan dan disusun sedemikian rupa yang justru memiliki ketahanan terhadap bencana gempa bumi.

Dinding-dinding pada Masjid Agung Pondok Tinggi pun juga dipercantik dengan berbagai macam ukiran berbentuk tumbuhan dan bunga-bunga.

Pada dinding pun terdapat lubang-lubang ventilasi udara, serta dihiasi dengan motif geometris. Selain itu pada sudut-sudut pun dapat ditemukan adanya hiasan berbentuk sulur-sulur.

Keunikan lain dari Masjid Agung Pondok Tinggi adalah adanya dua beduk dengan ukuran berbeda.

Beduk pertama berukuran lebih besar dengan panjang mencapai 7,5 meter, serta memiliki diameter 1,15 meter.

Beduk ini disebut “Tabuh Larangan” yang hanya dibunyikan ketika terjadi peristiwa bencana alam.
Sedangkan beduk yang lebih kecil memiliki panjang 4,25 meter dan diameter sekitar 75 cm.

Herman menyebutkan, selama bulan ramadan kegiatan di Masjid Agung Pondok Tinggi hampir sama dengan masjid lainnya.

Yakni mengelar salat Tarawih dan witir dimana antara Salat isya dan Tarawih ada Tausiyah.

Selesai salat Tarawih masyarakat melakukan Tadarrus Al-quran dan Pengumpulan zakat fitrah.

"Juga ada kegiatan santunan anak yatim dan pembagian sembako untuk para du'afaa," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: ADD Belum Cair, Ribuan Perangkat Desa dan BPD di Kerinci akan Unjuk Rasa

Baca juga: Rencana Pembangunan TPA Regional Dapat Penolakan Dari Warga Kerinci Hilir

Baca juga: Warga Kerinci Geger Penemuan Mayat Bayi di Kebun Kentang

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved