Liga Italia
Tersisa AS Roma dan Atalanta di Pentas Eropa, Capello : Sepak Bola Italia Merosot
Fabio Capello menyebut kalau sepak bola Italia saat ini jauh tertinggal dari yang lain. terbukti tersisa AS Roma dan Atalanta di Pentas Eropa
TRIBUNJAMBI.COM - Sepak bola Italia dinilai berada dalam fase terendah dan akan terus bobrok dalam delapan tahun ke depan.
Hal itu dikarenakan hanya ada Atalanta dan AS Roma yang menjadi wakil Italia di kompetisi Eropa.
Atalanta dan AS Roma menjadi wakil Italia yang tersisa pada kompetisi tingkat Eropa musim 2021-2022.
Kedua tim itu pun tidak bermain di kasta teratas kompetisi Eropa, yakni Liga Champions.
Atalanta bermain di Liga Europa, sedangkan AS Roma bermain di UEFA Conference League.
Pada laga leg pertama perempat final Liga Europa 2021-2022, Atalanta meraih hasil kurang memuaskan saat melawan RB Leipzig.
Bermain di Red Bull Arena pada Kamis (7/4/2022) waktu setempat atau malam hari WIB, Atalanta hanya bermain imbang 1-1 dengan RB Leipzig.
Adapun hasil lebih mengecewakan justru didapatkan oleh AS Roma kala melawan wakil Norwegia, Bodo/Glimt.
Baca juga: Giallorossi Kalah Lagi, Hasil Liga Konferensi: Bodo/Glimt vs AS Roma, Marseille vs PAOK
Baca juga: AC Milan Bisa Kembali Gagal Raih Gelar Seri A Italia Karena Dua Masalah Berikut Ini
Dua hasil kurang memuaskan dari wakil Italia tersebut rupanya mencuri perhatian dari pelatih kawakan asal Negeri Piza, Fabio Capello.
Menurut laporan dari Football Italia yang diilansir dari BolaSport.com, Capello menyebut kalau sepak bola Italia saat ini jauh tertinggal dari yang lain.
Menurut Capello, permainan sepak bola Italia terlalu lambat dan banyak melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
Terlebih lagi, tidak banyak pemain kelas dunia yang mau merumput di kompetisi sepak bola Italia saat ini.
"Sepak bola Italia jauh di belakang yang lain. Bola tidak bergerak cepat, wasit terlalu sering meniup peluit. Mereka terlalu sering menghentikan permainan. Setiap kontak fisik adalah pelanggaran, jadi tidak pernah ada intensitas," kata Capello.
"Masalah terbesar tetap bahwa pemain terbaik tidak datang ke Italia lagi. Anda tidak akan belajar apa-apa jika Anda tidak bertemu yang terbaik. Kami membutuhkan stadion dan infrastruktur," ucap Capello melanjutkan.
Saat ditanya soal kemungkinan waktu sepak bola Italia bisa bangkit lagi, eks pelatih Juventus itu mengucapkan angka delapan tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/striker-timnas-italia-federico-chiesa-ke-gawang-bulgaria-pada-kualifikasi-piala-dunia.jpg)