Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Berbahagia Karena Benar dan Jujur

Bacaan ayat: Mazmur 32:11 (TB) Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Berbahagia Karena Benar dan Jujur

Bacaan ayat: Mazmur 32:11 (TB) Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

 

Pernah dengar ungkapan ini: 'Orang jujur akan hancur'? Atau malah setuju dengan ungkapan tersebut! Fakta lapangan, bukankah itu yang terjadi? Katanya, hanya 'polisi tidur' yang jujur. Dipastikan kendaraan akan melambat jika tidak ingin kendaraannya tidak rusak.

Kita memang harus prihatin. Ditengah kehidupan saat ini kejujuran sangat mahal harganya. Sering kita dapati mereka yang memilih berlaku jujur, justru tertindas dan ditindas. Mereka dinilai tidak wajar.

Kejujuran sudah mulai dipandang merugikan. Beberapa orang memilih untuk tidak jujur demi mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Jabatan secara terselubung diperjualbelikan. Orang-orang jujur tersingkirkan. Mereka tidak mampu bertahan ketika harus bersanding dengan permainan trik dan intrik untuk memanipulasi. Akhirnya godaan mengikuti arus begitu kuat.

Mulai terjadi negosiasi demi sebuah kepentingan dan kebutuhan dan kejujuranpun dikorbankan.

Mungkinkah masih mampu bersikap jujur ditengah persaingan ketat kehidupan? Pilihan ada pada kita masing-masing.

Lalu, mengapa Pemazmur masih setia untuk setuju bahwa kejujuran dan kebenaran tetap selayaknya membawa seseorang pada kebahagiaan? Karena Pemazmur mendasarkan kebenaran dan kejujuran pada karya Tuhan.

Setelah Pemazmur menyatakan betapa bahagianya seseorang yang diampuni pelanggarannya, Pemazmur menghubungkannya dengan pengenalan hidup akan Tuhan. Tuhan tidak mungkin dibohongi.

Ia tahu kesalahan terkecil sekalipun pada setiap orang, maka jujurlah.

Sandarkan kebenaran hidup bukan pada kebenaran diri, melainkan pada kebenaran Tuhan.

Seseorang yang memahami bahwa Tuhan tidak bisa dibohongi dan tahu segala-galanya maka tidak masalah jika harus sendirian ketika bersikap benar dan jujur. Ada Tuhan yang mengetahui segalanya, maka tidak memerlukan pembela yang lain.

Dan ketika yakin bahwa Tuhan bisa diandalkan, maka berbahagialah.

Memang ada harga yang harus dibayar saat seseorang memilih kebenaran dan kejujuran. Meskipun demikian, tidak pada tempatnya kejujuran dan kebenaran di buang ke tong sampah kehidupan.

Jadilah jujur dan berbahagia lah dalam Tuhan. Amin

Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved