Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Liga Premier Inggris

Pertandingan Liga Inggris Selama Ramadan, Tantangan Bagi Pemain Muslim

Mamasuki bulan suci Ramadan, Liga Inggris memberikan kelonggaran dan penyesuaian terhadap para pemain muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Editor: Zulkipli
Twitter/@liverpool
Gelandang Liverpool, Sadio Mane (kiri) merayakan golnya bersama rekan satu timnya, Mohamed Salah 

TRIBUNJAMBI.COM - Mamasuki bulan suci Ramadan, Liga Inggris memberikan kelonggaran dan penyesuaian terhadap para pemain muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam beberapa pekan ke depan Liga Inggris 2021-2022 bakal sedikit mengalami perubahan seiring masuki Bulan Suci Ramadan 1433 H.

Sederet pemain bintang beragama Islam di Liga Inggris seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, N'golo Kante, Riyad Mahrez, Hakim Ziyech, Paul Pogba, dan Antonio Ruediger bakal mulai menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan kali ini.

Hari Minggu (3/4/2022) menandai awal Ramadan bagi umat Islam di seluruh dunia yang berlangsung selama sebulan dengan diakhiri perayaan Idul Fitri pada Senin (2/5/2022).

Di Inggris, ibadah puasa di bulan Ramadan di mulai pada 04.00 sampai 05.00 waktu Inggris dan berakhir antara 19.30 hingga 20.300 waktu Inggris.

Situasi tersebut memungkinkan adanya perubahan sistem di Liga Inggris.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Diragukan Tampil di Laga Manchester United vs Leicester City Malam Ini

Baca juga: Prediksi Burnley vs Man City, Cek H2H dan Link Live Streaming, Tim Manchester Amankan Pucuk Klasemen

Baca juga: Prediksi Liverpool vs Watford, Kans Kejar Manchester City di Pucuk Klasemen EPL, H2H The Reds Unggul

Dari 52 pertandingan Liga Inggris yang dijadwalkan berlangsung di bulan Ramadan terdapat sembilan pertandingan yang dimainkan pada tengah petang.

Kondisi tersebut membuat pemain beragama Islam mungkin perlu berbuka puasa selama pertandingan.

Musim lalu, dalam pertemuan antara Leicester City dan Crystal Palace di King Power Stadium pada 27 April 2021 terdapat jeda dalam pertandingan untuk memungkinkan bek The Foxes, Wesley Fofana, dan gelandang The Eagles, Cheikhou Kouyate untuk berbuka puasa.

Itu merupakan tantangan bagi pesepakbola profesional muslim yang cenderung mengubah pola latihan mereka untuk mengatasi kerasnya bulan Ramadan dalam kompetisi khususnya di Premier League.

Musim lalu pula ada kesepakatan informal antara kapten untuk mengizinkan jeda singkat saat bola mati yang membuat para pemain muslim dapat berbuka puasa dalam pertandingan.

Sebagian besar klub di Liga Inggris secara teratur mencari bimbingan Islami dari MCS atas nama pemain muslim mereka, termasuk mengenai masalah seperti menunda puasa.

Muslim Chaplains in Sport (MCS) dibentuk pada tahun 2014 dan merupakan satu-satunya organisasi sejenis yang didukung dan didanai oleh Premier League dan EFL.

Muslim Chaplains in Sport (MCS) telah bekerja di 92 klub sepak bola profesional untuk menyampaikan kuliah dan seminar pendidikan Islami.

"Meskipun tidak ada aturan Islam bagi para atlet, kami memberikan saran tentang bagaimana mereka dapat menjaga puasa mereka," kata direktur pelaksana MCS, Ismail Bhamji seperti dilansir Tribunjambi.com dari BolaSport.com.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved