Pembacokan di Merangin
Dua Warga Bangko Merangin Diduga Dibacok ODGJ, Satu Meninggal Satu Lagi Sekarat di Rumah Sakit
Orang yang diduga alami gangguan jiwa serang dua warga di RT 15, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Senin (14/3/2022) siang
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Satu orang meninggal dunia, satu lainnya dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka bacok yang dilakukan oleh salah satu warga yang diduga mengalami gangguan jiwa membawa dua parang.
Orang yang diduga alami gangguan jiwa serang dua warga di RT 15, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Senin (14/3/2022) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, aksi pembacokan itu diperkirakan terjadi pukul 13.30 WIB.
Dari penuturan korban lainnya, Ahmad Yani yang ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa antara korban dan pelaku sebelumnya tidak ada permasalahan.
"Nggak ada masalah, kalau menurut prediksi istrinya memang sudah satu minggu ini sudah ada tanda tanda tidak sehat (gangguan jiwa red)," katanya.
Yani mengungkapkan bahwa pelaku membawa dua buah senjata tajam yang digunakan menjalankan aksinya.
"Dia bawa dua pisau, satu yang agak panjang dan satu yang pendek," ungkapnya.
Yani mengungkapkan bahwa dia merupakan target sasaran utama yang dilakukan pelaku untuk dibacok.
Saat itu Yani yang baru pulang mengambil pakan sapi sampai dirumahnya tiba tiba diserang pelaku dengan mengatakan sasaran utama.
"Saya baru pulang ambil ampas (pakan sapi red), motor masih terletak disitu. Baru turunkan ampas, pelaku bilang 'ini orang yang kucari, nak kubunuh' bawa pisau dua buah, ngejar langsung," tuturnya.
Yani pun berhasil menghindar dari aksi pelaku.
Pelaku pun melanjutkan aksinya dengan masuk ke kamar korban.
"Dia mengamuk ngamuk, memecahkan kaca. Masuk dalam kamar dan langsung membacok korban yang baring diatas kasur," katanya.
Korban atas nama Yatmini sempat dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat. Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.
Aksi keji itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Yatmini dan korban lainnya, Badri mendapatkan perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Kota Bangko.