Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Waspada, Curah Hujan Tinggi Hingga Akhir April Mendatang, Ini Daerah Rawan Bencana di Merangin

Kabupaten Merangin akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang dan petir.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
The West Australian
lustrasi hujan petir 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Kabupaten Merangin akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang dan petir serta diselingi panas hingga akhir April 2022 mendatang.

Kondisi iklim tersebut disampaikan Mardansyah Saidi selaku Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin berdasarkan rilis BMKG Sultan Thaha Syaifudin Jambi.

“Kalau menurut BMKG sampai bulan April 2022 di masih musim hujan terjadi di Kabupaten Merangin. Rilisnya hampir sama bulan Januari, Februari kemarin untuk Maret hingga akhir April masih terjadi hujan yang tidak merata, panas, masih ada hujan,” ungkapnya.

Berdasarkan rilis tersebut, pihaknya mengklaim telah memberikan imbaun kepada masyarakat khususnya di daerah bantaran sungai dan pohon tinggi untuk waspada. 

Imbauan tersebut disampaikan kepada camat dan kepala desa untuk diteruskan kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana.

“Kita sudah menyurati para camat untuk meneruskan ke kepala desa, kepala desa meneruskan ke masyarakat supaya di daerah rawan banjir, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai supaya hati hati. Ketika ada banjir supaya mengungsi di tempat yang aman,” katanya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang di Batanghari

Imbauan juga dismpaikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang banyak pepohonan agar menghindar. Serta unuk masyarakat yang berada di daerah rawan longsor tak luput dari perhatiannya, dengan mengingatkan untuk waspada.

Dijelaskan Mardansyah, berdasarkan keterangan BMKG bahwa Kabupaten Merangin mengalami kondisi cuaca dari dampak La Nina.

“Berdasarkan rilis BMKG, untuk tahun 2022 Kabupaten Merangin terdampak La Nina. La Nina adalah musim hujan tapi tidak begitu lebat, disertai panas. Jadi ada panas, ada kering, La Nina.

"Diuntungkan dua tahun terakhir tidak terjadi kebakaran hutan dan tidak terjadi banjir yang signifikan mengenangkan desa. Mudah mudahan tidak terjadi di tahun 2022,” harapnya.

Disenbutkannya, daerah rawan banjir umumnya terjadi di Kecamatan Tabir baik barat, ulu, induk, Margo Tabir dan Tabir Tibur.

Hal itu ditegaskannya berdasarkan pengalaman pada tahun 2017 lalu, daerah tersebut merupakan wilayah yang paling lama terjadi banjir.

Baca juga: Korban Rugi Rp21 Miliar, Dua Pelaku Investasi Bodong di Merangin Ditangkap

Sedangkan untuk daerah yang rawan longsor berada di Kecamatan Jangkat dan sekitar, Lembah Masurai, sebagian Muara Siau dan Kecamatan Pangkalan Jambu.  

Sehingga dengan kondisi tersebut dikatakan Mardansyah menjadi keuntungan bagi masyarakat Merangin.

Jika nantinya terjadi bencana, Kalak BPBD tersebut mengatakan telah mempersiapkan personil dan peralatan yanb dibutuhkan dalam pertolongan dan evakuasi. 

Disebutkannya, BPBD Merangin memiliki asset berupa Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 30 personil. Kemudian ada empat motor trail, mobil double cabin dua unit, mobil tangka satu buah, dan mobil dapur.

“Mengantisipsti terjadinya bencana, kebakaran, banjir, atau longsor mereka (TRC) sudah siap untuk bergerak ke lokasi sasaran,” tandasnya.(tribunjambi.com/ Darwin sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved