Perang Rusia Ukraina

Rusia Ancam Akan Serang Konvoi Senjata yang Dipimpin Amerika

Pemerintah Rusia memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) tentang konsekuensi pengiriman senjata ke Ukraina.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Sebastian Apel/U.S. Department of Defense, via AP
Sistem rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat, namun dianggap perlu pelatihan khusus dan waktu tidak cukup bagi tentara Ukraina. 

Di antara senjata Barat, Ukraina juga bisa mendapatkan keuntungan dari sistem Avenger, yang memungkinkan rudal Stinger dipasang ke kendaraan, katanya.

Sistem rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat, namun dianggap perlu pelatihan khusus dan waktu tidak cukup bagi tentara Ukraina.
Sistem rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat, namun dianggap perlu pelatihan khusus dan waktu tidak cukup bagi tentara Ukraina. (Sumber: Sebastian Apel/U.S. Department of Defense, via AP)

Sistem pertahanan udara Amerika lainnya, termasuk rudal Patriot, membutuhkan terlalu banyak pelatihan untuk membuatnya praktis digunakan dalam waktu dekat.

Ukraina juga bisa mendapatkan keuntungan dari sistem radar kontrabaterai, yang memindai lokasi asal tembakan artileri, kata Waltz.

“Paling tidak, begitu Rusia tahu Anda memilikinya, mereka tidak akan bisa hanya berdiam di satu lokasi dan terus menembak,” kata Waltz seperti dikutip Washington Post.

Waltz menambahkan, “Sistem radar tersebut menurunkan kemampuan mereka untuk terus menghujani tembakan artileri dari satu posisi terus menerus. Mereka harus bergerak, tentu saja, karena sekarang Anda memiliki kemampuan kontrabaterai (yang bisa melacak sumber tembakan artileri).”

Militer Ukraina punya 56 jet tempur yang tersisa dan menggunakannya hanya lima hingga 10 jam per hari, kata seorang pejabat senior pertahanan AS hari Jumat.

Pejabat itu, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan salah satu alasan AS memutuskan tidak mengirim MIG-29 ke Ukraina, karena sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia dapat menembak sasaran udara mana saja di dalam zona perang Ukraina.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved