Kesaksian Ketua RT dan Camat di Sukoharjo Soal Dokter yang Tewas Ditembak Densus 88
Ketua RT menyebut dokter SU (54), terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 di Sukoharjo, tidak pernah bersosialisasi.
Dalam upaya pelariannya, SU dilaporkan sampai menabrak pagar rumah warga di Kelurahan Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo hingga rusak.
Kemudian Densus 88 melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut, SU terlibat dalam kelompok teroris. Bahkan, SU disebut sempat menduduki beberapa jabatan.
Baca juga: Satu Terduga Teroris Anggota JI Tewas Ditembak Densus 88 di Sukoharjo
Dalam keterangan resminya, Ramadhan menyebut bahwa SU merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI).
“Adapun keterlibatan SU di antaranya adalah selaku anggota organisasi teroris JI,” kata Ramadhan.
Ramadhan menyebut SU pernah menjabat sebagai Amir Hikmat, Deputi Dakwah dan Informasi, Penasihat Amir Jamaah Islamiyah, dan Penanggung Jawab Hilal Ahmar Society.
“Kemudian yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai Amir Hikmat, kemudian jabatannya adalah Deputi Dakwah dan Informasi dan juga yang bersangkutan sebagai Penasihat Amir JI, serta Penanggung Jawab Ilal Amar Society,” terangnya.
Jenazah SU sudah dimakamkan pada pukul 19.00 WIB, Kamis (10/3/2022).
Perwakilan keluarga, Endro Sudarno, tidak meyakini jika SU terlibat dalam jaringan teroris.
"Sekali lagi pesan dari keluarga, keluarga sedikit pun tidak meyakini kalau SU, itu terlibat kasus terorisme," jelasnya.
Berita ini telah tayang di Kompas.tv