Berita Tanjab Timur

Serunya Menelusuri Kawasan Hutan di TNBS Yang Sempat Tandus Akibat Karhutla

Setiba di kawasan hutan, rindang pohon dan semak belukar hutan alami terhampar jelas di luas lahan yang mencapai 142.000 hektare tersebut.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Bersama Kepala Balai TNBS Provinsi Jambi didampingi pejabat TNBS, Tribunjambi.com ikut meninjau lokasi revegetasi hutan area gambut di kawasan TNBS.  

TRIBUNJANBI.COM, MUARA SABAK - Pada 2025 lalu terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).

Tribunjambi.com berkesempatan mengunjungi lokasi pilot revegetasi (peremajaan) hutan bekas karhutla

Perjalanan Tribunjambi.com dimulai dari kantor resort cabang TNBS yang berada di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, lebih kurang menempuh perjalanan 15-20 menit menempuh jalur sungai. 

Hingga akhirnya, tim yang ikut disuguhkan pemandangan hutan alami yang luas dengan keberagaman keanekaragaman hayati dan fauna yang tersembunyi di dalamnya. 

Setiba di kawasan hutan, rindang pohon dan semak belukar hutan alami terhampar jelas di luas lahan yang mencapai 142.000 hektare tersebut.

Selain itu, beberapa jejak satwa liar terlihat banyak dijumpai dan menandakan bahwa hutan kawasan masih menjadi rumah aman bagi mereka. 

Bersama Kepala Balai TNBS Provinsi Jambi Ir Pratono Puroso, M.Sc didampingi beberapa pejabat TNBS, Tribunjambi.com ikut meninjau lokasi revegetasi hutan area gambut di dalam kawasan TNBS

Di mana, pada 2015 silam, lebih kurang 50 Hektar lebih kawasan TNBS yang berbatasan langsung dengan Desa Sungai Rambut mengalami kebakaran dan tandus. 

Pada 2019 pemerintah bersama BRGM membuat terobosan guna peremajaan hutan pasca kebakaran.

Dengan melakukan penanaman ulang beberapa pohon endemik di lokasi, yang berjumlah ribuan bibit. 

Dikatakan Kepala TNBS Jambi dan Sumsel Pratono Suroso, pascakebakaran dahsyat lalu yang sempat beberapa kali terjadi kondisi hutan terlihat sangat gersang dan tandus akibat digulung api. 

Kondisi tersebut sangat miris, mengingat hutan kawasan ini selain menjadi hutan alami juga menjadi sarang atau rumah aman bagi satwa satwa yang langka di Provinsi Jambi. 

"Pada 2019 lalu kawasan yang bekas kebakaran ini relatif terbuka (gersang) sekarang kondisi tersebut mulai berubah dan kembali padat seperti semula, " ujarnya. 

Di mana, hasil pengecekan yang kita lakukan Rabu (2/3/222), beberapa jenis pohon yang telah ditanam pada 2019 lalu kini sudah berkembang pesat.

Di mana, tanaman pertama sudah tumbuh dan memiliki tinggi melebihi tinggi orang dewasa. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved