Amerika dan Uni Eropa Marah, Rusia akan Dihukum Akibat Akui Kemerdekaan Donetsk dan Lugansk
Ketegangan langsung menyelimuti krisis Ukraina, ketika Gedung Putih mengumumkan Presiden Joe Biden memerintahkan sanksi baru terhadap Moskow.
TRIBUNJAMBI.COM, MOSKOW— Krisis Ukraina semakin memanans, ketika Gedung Putih mengumumkan Presiden Joe Biden memerintahkan sanksi baru terhadap Moskow.
Hal itu dipicu setelah Rusia mengumumakan mengakui kemerdekaan wilayah separatis Ukraina timur, Donetsk dan Lugansk, seperti dilansir Associated Press, Selasa, (22/2/2022).
Pemerintahan Joe Biden menyebut pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin waktu Moskow itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap komitmen internasional Rusia.”
AS akan melarang investasi, perdagangan, dan pembiayaan baru di dua wilayah separatis Ukraina yang diakui oleh Putin tersebut. Pejabat tinggi Uni Eropa juga mengatakan juga akan menjatuhkan sanksi.
Pejabat tinggi Uni Eropa mengatakan blok itu akan menjatuhkan sanksi terhadap mereka yang terlibat dalam pengakuan Rusia atas dua wilayah separatis di Ukraina timur di tengah kekhawatiran potensi invasi Rusia ke negara tersebut.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Charles Michel mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa pengakuan Rusia atas wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina itu adalah "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional."
Baca juga: Ukraina Diguncang Dua Ledakan Besar Setelah AS Peringatkan Rencana Serangan Rusia
Pernyataan itu menambahkan bahwa Uni Eropa “akan bereaksi dengan sanksi” dan “menegaskan kembali dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina di dalam perbatasannya yang diakui secara internasional.”
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin waktu setempat mengakui kemerdekaan wilayah separatis di Ukraina timur, yang bisa membuka jalan bagi Moskow untuk mengirim pasukan militer ke wilayah separatis Donetsk dan Luganks secara terbuka, dengan argumen tindakan tersebut itu adalah intervensi sebagai sekutu untuk melindungi mereka dari Ukraina.
Seorang anggota parlemen Rusia dan mantan pemimpin politik Donetsk, Alexander Borodai, bulan lalu mengatakan kaum separatis setelah pengakuan kemerdekaan dari Rusia akan meminta bantuan untuk merebut kendali atas bagian-bagian wilayah Donetsk dan Luhansk yang masih kendalikan pasukan Ukraina.
Dan bila itu dilakukan, bisa memicu konflik militer terbuka antara Rusia dan Ukraina.
Putin membenarkan keputusannya dalam pidatonya dan menyalahkan NATO atas krisis saat ini serta menyebut aliansi yang dipimpin AS sebagai ancaman eksistensial bagi Rusia.
Baca juga: Hari Ini Rusia Kerahkan Semua Kekuatan Rudal Nuklirnya, Krisis Ukraina Semakin Memburuk
Melewati lebih dari satu abad sejarah, ia melukis Ukraina hari ini sebagai konstruksi modern yang terkait erat dengan Rusia.
Dia juga menuduh bahwa Ukraina telah mewarisi tanah bersejarah Rusia dan setelah runtuhnya Soviet digunakan oleh Barat untuk menahan Rusia.
Setelah pidatonya, Putin menandatangani dekrit di Kremlin yang mengakui kemerdekaan wilayah tersebut dan meminta anggota parlemen untuk menyetujui langkah-langkah yang membuka jalan bagi dukungan militer.
Berita ini telah tayang di Kompas.tv