Tribun Wiki

Sejarah Desa Sekernan Kabupaten Muaro Jambi, Kerap Disebut Masyarakatnya 'Sukarnian'

Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Sekernan, Alamsyah. Desa Sekernan sering disebut Desa "SUKARNIAN".

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Aktivitas warga Desa Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu daerah terluas di Provinsi Jambi. Banyak sejarah dan kenangan yang terdapat dalam kabupaten ini.

Kabupaten ini cukup unik, dimana dia mengelilingi Kota Jambi dan berbatasan dengan beberapa daerah, seperti Batanghari, Tanjabar, Tanjabtim, Sumatera Selatan.

Kabupaten Muara Jambi memiliki 11 kecamatan, 5 kelurahan dan 150 desa. Dari sekian banyak desa itu, ada satu nama desa yang tergolong unik, yaitu Sekernan.

Desa Sekernan ini berada tak jauh dari pusat Ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi yaitu Sengeti.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Sekernan, Alamsyah. Desa Sekernan sering disebut Desa "SUKARNIAN", karena beberapa orang melihat karatertistik masyarakatnya terkadang susah diatur.

Namun tidak tidaklah demikian adanya karena sesungguhnya kata Sekernan merupakan asal kata susunan yang artinya mudah tersusun. Hal ini dapat dibuktikan sampai saat ini.

Disana Masyarakat Desa Sekernan paling Mudah menyusunnya contoh dapat dibuktikan mudah tersusun membentuk Barisan. Memang masih dapat dilihat dan dirasakan sampai saat ini masyarakat desa Sekernan sifat kekompakannya dan kegotongroyongannya sangat tinggi walaupun ada sisi negatifnya dilihat oileh masyarakat luar.

Kata Alamsyah, karena harus diakui akibat dari mudah tersusun dan membentuk barisan terkadang mau mengeroyok orangpun harus kompak, sebenarnya tidak demikian adanya, karena masyarakat Desa Sekernan sifat Solidaritas sesamanya memang sangat tinggi ini dapat dibuktikan mulai dari mendapat kemalangan sampai ke Pesta Perkawinan termasuk Pembangunan, kekompakan dan kegotongroyongan sangatlah tinggi.

"Diantaranya maslah kematian. Disini tidak kurang dari 15 Kelompok persatuan kematian khusus untuk menanggulangi beban dari Keluarga yang Mendapat Musibah," kata Alamsyah.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Adat Melayu Kecamatan Sekernan itu menyebut jika dari pesta Perkawinan bahwa tercatat setiap tahunnya rata-rata 50 s/d 60 kali masyarakat mengadakan pesta perkawinan anaknya biar dia seorang Kaya maupun miskin, namun semuanya dapat melaksanakan pesta tersebut, itu semua berkat adanya budaya yang disebut "KUMPUL SANAK".

"Menurut imformasi yang kami dapat Budaya Kumpul sanak ini ada sejak Tahun 1940 Di Cetuskan oleh penghulu H Rabuan," katanya.

Budaya ini Sampai saat ini masih dilestarikan dan pertahankan, bahkan dizaman Kepala Desa Almarhum M.Yasin Rusli, setiap melaksanakan sedekah penganten maupun menyunat rasulkan anak maka diotong 5 persen dari hasilnya untuk menunjang pembangunan tempat-tempat ibadah dalam Desa Sekernan, dan potongan 5 persen ini setiap tahun dapat Menghasilkan uang Rp 6 sampai Rp 10 Juta Lebih.

Baca juga: Lagi Asyik Karaoke, Kades Kota Karang Muaro Jambi Ditangkap Polda Jambi, Bupati akan Panggil Camat

Baca juga: Bupati Muaro Jambi Buka Pelatihan Peningkatan BPD dan TP-PKK se Kecamatan Kumpeh

Baca juga: Heboh Oknum Kades di Muaro Jambi Ditangkap Saat Karaoke dengan Wanita, Jadi Perbincangan Hangat

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved