Berita Tanjab Timur
Angka Stunting di Tanjung Jabung Timur Masih Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya
Masih tingginya angka stunting tersebut diketahui, berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih terbilang tinggi.
Data 2021 lalu revalensi angka stunting mencapai 973 anak.
Dikatakan Kepala Dinas PPKB Tanjung Jabung Timur Barusman, masih tingginya angka stunting di Tanjung Jabung Timur ini ada beberapa faktor penyebab.
"Diantaranya masih banyaknya pernikahan usia dini," ujarnya.
Masih tingginya angka stunting tersebut diketahui, berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita pada Agustus 2021 berdasarkan data aplikasi E-PPGBM secara by name by address.
"Dari sasaran balita sebanyak 15.336 dan balita yang diukur antropometri sebanyak 13.904 (90.67 persen). Didapati Prevalensi angka stunting sebesar 7 persen (973 anak)," ujarnya.
"Meski jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami penurunan," sambungnya.
Berdasarkan data survei memang, faktor utama masih tingginya angka stunting karena masih banyaknya pernikahan dini.
Pihak PPKB ke depan akan mengupayakan pencegahan dan proses pendampingan.
Baca juga: Angka Stunting Muarojambi Terendah se-Provinsi Jambi
Baca juga: Pencegahan Stunting di Kabupaten Sarolangun Masih Tergolong Lemah, Ini Penyebabnya
Baca juga: Stunting akan Tetap jadi Prioritas Program 2022 Kota Jambi Walau Kasus Mulai Menurun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tanjab-timu-stunting-ya.jpg)