Berita Tanjabbar
Anggaran RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Turun, Gaji Honorer Terdampak
Pada Tahun 2022 anggaran Rumah Sakit KH Daud Arif Kuala Tungkal mengalami penurunan. Penurunan anggaran ini berdampak pada gaji para tenaga honorer a
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pada 2022 anggaran RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal mengalami penurunan.
Penurunan anggaran ini berdampak pada gaji para tenaga honorer atau TKK di Rumah Sakit Plat Merah milik pemerintah ini.
Jika di tahun sebelumnya tenaga honorer mendapatkan gaji sebesar Rp 950 Ribu perbulan, kini berkurang Rp 100 Ribu atau menjadi Rp 850 Ribu.
Turunnya gaji tenaga honorer ini tentu menjadi perbincangan terutama di kalangan medis terutama perawat, bidan dan tenaga medis lainnya.
Saat di konfirmasi Sekda Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Agus Sanusi tidak menampik hal tersebut.
Ia mengatakan turunnya gaji tenaga honorer di rumah sakit merupakan hal yang wajar karena anggaran rumah sakit saat ini terbatas.
"Sekarang hanya Rp 16 atau Rp 18 Miliar, hanya separo dari tahun sebelumnya sekitar Rp 36 Miliar, mau tak mau harus mengurangi, jadi kalau ada penurunan gaji ya wajar karena dana BLUD nya juga turun," ujarnya, Senin (7/2/2022).
Dengan demikian dikatakan Sekda biaya operasional rumah sakit saat ini juga dibatasi, termasuk gaji para tenaga honorer.
Namun meski gaji tenaga honorer di rumah sakit turun, tenaga honorer masih ditopang dengan mendapat insentif lainnya.
Pemerintah juga akan tetap membantu buaya operasional yang dibutuhkan rumah sakit, meski telah menyandang status BLUD semua tanggung jawab tetap kembali kepada pemerintah kabupaten.
Selain rumah sakit dikatakan Sekda untuk OPD lain masih normal tidak ada pengurangan.
Baca juga: Dianggap Jadi Solusi Masalah Listrik di Kuala Tungkal, Ternyata Ini Fungsi Gardu Induk Sebenarnya
Baca juga: Gardu Induk Kuala Tungkal Mulai Aktif Semester I 2022, Ini Kata PLN
Baca juga: Bupati Minta Instalasi Listrik Rumah Tua di Kuala Tungkal Dicek, Ini Kata Pihak PLN