Pembunuhan Karyawati BRI Link
Afdian Perampok dan Pembunuh Sadis Mati Ditembak, Dikuburkan di Kampung Halaman
Tim gabungan Ditreskrimum Polda Lampung, Sabtu (29/1/2022) kemarin meringkus Afdian Saputra yang juga narapidana kabur dari Lapas Kendal.
TRIBUNJAMBI.COM - Jenazah Afdian Saputra warga Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir akan dimakamkan di kampung halamannya.
Afdian ditembak mati polisi seterlah merampok sekaligus pembunuh Leli Agustin (20) karyawati BRI Link di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Afdian tewas saat akan ditangkap anggota Polda Lampung.
Tim gabungan Ditreskrimum Polda Lampung, Sabtu (29/1/2022) kemarin meringkus Afdian Saputra yang juga narapidana kabur dari Lapas Kendal.
Namun, dalam penangkapan tersebut terjadi adu tembak dan membuat pelaku tewas.
Kades Cahya Maju Ilyas membenarkan jenazah Afdian akan dikubur di kampung halaman.
"Dari informasi yang diperoleh jika penangkapan dilakukan langsung anggota Polda Lampung di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemeka Peliung, OKU Timur," ujarnya, Minggu (30/1/2022) siang.
Ia bilang orang tua pelaku tinggal di Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas. Namun, sejak pelaku berinisial AS menikah tinggal di Kabupaten Lampung Timur.
"Benar memang dulu kecilnya tinggal disini, tetapi sudah lama tidak lagi disini setelah menikah dan ikut istrinya tinggal di Lampung Timur. Kalau dihitung sudah lebih dari 12 tahun, karena anaknya saja sudah sekolah tingkat SMP," tutur Kades.
Direncanakan jenazah pelaku akan dikebumikan dirumah orang tuanya di Desa Cahya Maju.
"Rencana pemakaman masih nunggu jenazah datang. Karena sampai sekarang jenazah masih berada di Polda Lampung," beber Ilyas.
Untuk diketahui, Leli Agustin (20), karyawati BRI Link yang tewas ditembak perampok adalah anak yang baik.
Paman korban Sutrisno mengatakan, Leli saat ini masih menempuh pendidikan di Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Lampung, semester V.
Menurutnya, Leli Agustin bekerja sebagai karyawati di BRI Link untuk meringankan beban orangtuanya membiayai kuliah.
"Entah berapa gajinya, saya tidak tahu. Tapi yang jelas gajinya itu untuk tambahan biaya kuliahnya di UNU," kata Sutrisno.