Editorial
Geng Motor dan Kejahatan Jalanan
Polda Jambi akhirnya "resmi" menyematkan diksi gank motor (geng motor) kepada pelaku kejahatan yang belakangan marak terjadi di Kota Jambi.
Polda Jambi akhirnya "resmi" menyematkan diksi gank motor (geng motor) kepada pelaku kejahatan yang belakangan marak terjadi di Kota Jambi. Polda Jambi setidaknya menyebut lima ciri geng motor yang membaut resah dan onar ini.
Pertama, menggunakan pakaian yang cenderung sama model (hoodie dan menutup wajah,hanya terlihat mata). Kedua, berboncengan dua orang/bertiga tidak menggunakan helm. Lalu ketiga, menggunakan senjata tajam. Ciri keempat, berkumpul di lorong-lorong dan tempat sepi, dan kelima beroperasi di atas jam 24.00 WIB.
Begitulah. Dari sederet kejahatan jalanan pada malam atau dini hari di Kota Jambi ada sejumlah kesamaan pola. Mereka perewa bermotor yang tak segan melukai korbannya.
Rasanya tak ada henti-hentinya tindak kriminal di jalanan terjadi di Kota Jambi. Sempat mereda untuk beberapa waktu, kini para perewa bermotor kembali berulah.
Bisa jadi mereka orang yang berbeda tapi tak menutup kemungkinan orang yang sama.
Apapun itu, poinnya adalah kejahatan jalanan. Pola yang dilakukan punya kesamaan. Bermotor dan beraksi di malam hari. Mereka berkelompok dan membawa senjata tajam.
Kasus terbaru adalah kejahatan jalanan yang terjadi di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Paal V, Kotabaru, Minggu (23/1) pukul 02.30 WIB.
Setidaknya ada sembilan pelaku. Korban mendapat serangan dan mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah melukai korban, pelaku merampas handphone korban.
Baca juga: Marak Aksi Geng Motor di Kota Jambi, Kapolresta Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas Malam
Baca juga: Begini Kronologis Geng Motor di Kota Jambi Bacok Wanita hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolsek Kotabaru Kompol Dhadhag Anindhito menduga bahwa pelaku bagian dari geng motor. Tetapi, kata dia, polisi masih menyeleidiki lebih lanjut.
Tentu ini menjadi tugas kepolisian untuk mengatasi hal ini. Bukan hanya mengungkap yang sudah terjadi tapi bagaimana bisa mencegah kejahatan. Misalnya, dengan mengintensifkan razia atau patroli.
Adapun kita, sebagai masyarakat umum, tentu bisa mengambil pelajaran.
Bahwa bila tidak ada kepentingan alangkah lebih baik tidak berada di luar saat malam hari. Kita harus ingat bahwa kejahatan kadang terjadi karena pelaku ada kesempatan. Maka mempekecil peluang dan kesempatan adalaha upaya kita. (*)
Baca juga: Jika Temukan Kejahatan di Jalanan, Silahkan Langsung Telepon Polda Jambi Siaga 24 Jam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/resmob-polda-jambi-dan-polresta-jambi-tangkap-kelompok-geng-motor.jpg)