Afghanistan Dilanda Krisis Kemanusiaan Mengerikan, Taliban Kini Mohon-mohon pada Negara Islam

Perdana Menteri Sementara Afghanistan, Mohammad Hassan Akhund memohon pada negara Islam agar mengakui pemerintahan Taliban.

Sumber: Taliban Prime Minister Media Office via AP
PM Sementara Afghanistan, Mohammad Hassan Akhund memohon agar negara Islam mau mengakui pemerintahan Taliban saat konferensi di Kabul, Rabu (19/1/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, KABUL - Perdana Menteri Sementara Afghanistan, Mohammad Hassan Akhund memohon pada negara Islam agar mengakui pemerintahan Taliban.

Hal itu diungkapkan oleh Akhund dalam sebuah pertemuan di Kabul, Rabu (19/1/2022).

Ia mengatakan pemerintahan Taliban yang kini menguasai Afghanistan sudah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk pengakuan resmi.

“Saya memohon agar negara Islam tak menunggu yang lainnya dan memimpin secara resmi negara Imarah Islam kami,” ujar Akhund dikutip dari VOA.

Ia menegaskan pengakuan itu akan membantu mempercepat upaya untuk mengatasi masalah ekonomi dan kemanusiaan mengerikan yang dihadapi Afghanistan saat ini.

Namun hingga saat ini belum ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban.

Pemerintah asing masih memperhatikan bagaimana kelompok ultra-konservatif itu akan memerintah Afghanistan setelah mereka menguasainya.

Baca juga: Kemarahan Taliban pada PBB Tak Bisa Dibendung: Ini Penolakan Terang-terangan

Akhund pun menyalahkan krisis ekonomi negaranya disebabkan oleh sanksi internasional dan pembekuan dana cadangan Afghanistan senilai 9,5 miliar dolar AS atau setara Rp136 triliun yang dlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Anggota senior Kabinet Taliban lainnya dalam pertemuan itu, meminta sanksi ekonomi internasional agar segera dihentikan.

Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi mengatakan Pemerintah Taliban mencoba untuk membangun hubungan ekonomi yang erat dengan mitra internasional.

“Bantuan kemanusiaan adalah solusi jangka pendek untuk masalah ekonomi, tetapi yang dibutuhkan adalah menyelesaikan masalah jangka panjang, yaitu implementasi proyek infrastruktur,” ujarnya.

“Saya kembali memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerukan AS agar mencairkan aset bank sentral Afghanistan dan menghapus semua hambatan bagi orgnaisasi bantuan dan warga Afghanistan dalam mentransfer uang ke Afghanistan,” ujarnya.

Baca juga: 26 Orang Dilaporkan Tewas Tertimpa Runtuhan Saat Gempa Bumi Melanda Afghanistan

Pejabat Taliban mengatakan 20 perwakilan negara asing datang dalam konferensi tersebut, sedangkan puluhan lainnya berpartisipasi secara virtual.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved