Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ryamizard Ryacudu Sebut Ada Perintah Jokowi Selamatkan Slot Orbit 123, Saya Prajurit

Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu buka suara terkait slot orbit 123 yang kini menjadi polemik

Editor: Rahimin
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat jadi Menteri Pertahanan RI. Ryamizard Ryacudu Sebut Ada Perintah Jokowi Selamatkan Slot Orbit 123, Saya Prajurit 

TRIBUNJAMBI.COM - Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu buka suara terkait slot orbit 123.

Menteri Pertahanan periode 2014-2019 ini bilang, ada diskresi atau perintah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan slot orbit 123 derajat Bujur Timur.

Menurut Ryamizard Ryacudu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) saat memanfaatkan slot orbit yang berada di atas Sulawesi itu belum mempunyai anggaran.

Tapi, pihaknya harus tetap menyewa satelit demi menyelamatkan slot orbit sebagaimana perintah Jokowi.

"Belum ada anggaran. Namun, kami harus segera mengisi slot itu untuk menunjukkan komitmen (mengisi slot orbit)," kata Ryamizard Ryacudu dikutip dari Kompas.id, Senin (17/1/2022).

Di pelaksanannya, penggunaan slot orbit oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada 2015 melalui proyek satelit militer menjadi polemik karena membuat negara menelan kerugian besar.

Keputusan pengadilan arbitrase internasional di Inggris dan Singapura menghukum Indonesia dan mewajibkan untuk membayar beberapa perusahaan yang terlibat dalam penandatanganan kontrak dengan Kemenhan dengan nilai Rp 815 miliar.

Dikatakan Ryamizard Ryacudu, ada unsur kedaruratan dalam pengisian satelit di slot orbit.

Soalnya, jika Indonesia tidak segera menunjukkan komitmennya kepada International Telecommunication Union (ITU), slot tersebut bisa diberikan kepada pihak lain.

Tercatat, pada 19 Januari 2015, Satelit Garuda-1 yang ada di slot itu keluar dari orbit sehingga terjadi kekosongan di slot orbit 123 derajat Bujur Timur.

Sebagaimana aturan ITU, slot tersebut harus diisi jika tidak mau diberikan ke negara lain.

"Saya ini prajurit, mendapat perintah selamatkan orbit 123 BT, saya lakukan dan berhasil. Kalau itu tidak saya lakukan, orbit itu bisa diambil pihak lain dan membahayakan kedaulatan negara," kata Ryamizard Ryacudu.

Permasalahan proyek satelit itu berawal ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memenuhi permintaan Kemenhan untuk mendapatkan hak pengelolaan slot orbit 123 derajat bujur timur (BT) guna membangun Satkomhan.

Setelah itu, Kementerian Pertahanan membuat kontrak sewa Satelit Artemis milik Avanti Communication Limited pada 6 Desember 2015.

Kontrak dilakukan kendati penggunaan slot orbit 123 derajat BT dari Kemkominfo baru diterbitkan pada 29 Januari 2016.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved