Breaking News:

Berita Sarolangun

Curhat Sopir Truk Batu Bara di Sarolangun, Akui Sering Diberi Harapan Palsu oleh Pemerintah

Sopian seorang supir yang ditemui di pintu keluar tambang batu bara di Sarolangun berkata, bahwa sebagai supir sering diberikan harapan saja...

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Rifani
Sopian seorang sopir truk batu bara 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah belum dapat mengatasi problematika angkutan batubara yang masih menyebabkan kemacetan yang masih terus terjadi di sepanjang jalan Tembesi hingga Jambi.

Sopian seorang sopir truk batu bara yang ditemui di pintu keluar tambang batu bara di Sarolangun berkata, bahwa sebagai supir sering diberikan harapan saja oleh pemerintah.

"Dibilanglah ongkos akan dinaikan, nyatanya ongkos tidak jadi naik. Kemudian jalan yang dibilang sampai jam enam ternyata sampai jam 9, begitu juga tentang macet antrian," ungkapnya, Kamis (13/1/2022).

Dia menyampaikan keluhan selama di perjalanan membawa batu baru dari Sarolangun menuju pelabuhan talang duku yang kini mekan waktu selama dua hari.

"Berangkat pagi dari sini (Sarolangun_ red) sampai Jambi subuh," katanya.

Untuk ketentuan jam lalulintas Batu bara telah diketahui dirinya, namun hal ini sangat berdampak kepada pendapatan sebagai seorang supir.

Dia meminta kepada pemerintah agar memberikan solusi kepada para supir batu bara agar hal tersebut tidak menjadi polemik yang berkepanjangan di masyarakat.

"Kami sebagai supir memita solusi, agar perjalanan dapat lancar dari tambang ke pelabuhan Talang Duku," ujarnya.

Baca juga: Sekjen PAN Nilai Pemerintah Tak Konsisten, Buat larang Ekspor Batu Bara Tapi Dicabut Lagi

Baca juga: Pemerintah Dibuat Melempem, Faisal Basri Sebut Pengusaha Batu Bara yang Menentukan Siapa Presiden

Baca juga: DPRD Batanghari Minta Solusi Jangka Pendek Soal Armada Batu Bara Cepat Direalisasikan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved