Breaking News:

Antisipasi Terpapar Omicron, Tujuh Warga Merangin Jalani Karantina di Jakarta

Tujuh orang warga Kabupaten Merangin menjalani karantina di Jakarta setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
SHUTTERSTOCK/Naeblys
Ilustrasi varian Omicron. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tujuh orang warga Kabupaten Merangin menjalani karantina di Jakarta setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Ini dilakukan untuk mengantisipasi Omicron.

Tujuh orang warga Merangin itu perlu dilakukan karantina karena dikhawatirkan terpapar Omicron setelah melakukan perjalanan dari Turki.

Hal tersebut dikatakan Komandan Kodim 0420/Sarko, Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis pada rapat pencapaian vaksinasi Covid-19 yang dipimpin Sekda Merangin Fajarman, di Aula Bappeda Merangin, Rabu (12/1/2022).

"Untuk itu kita harus terus waspada. Kebanyakan warga yang terpapar omicron ini memang orang yang baru pulang dari luar negeri. Tetap jaga protokol kesehatan dan waspada terhadap keluar masuknya warga ke Merangin," ujar Dandim 0420 Sarko.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Merangin telah tembus ke angka 72 persen. 

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, artinya Merangin sudah bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis tiga.

Baca juga: Vaksinasi di Tebo Ditargetkan 100 Persen Maret 2022, Kapolres Siapkan Strategi Zonasi

"Untuk Provinsi Jambi hanya ada lima kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Merangin yang bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis tiga," ujar Kapolres.

Sementara itu Sekda Merangin Fajarman mengatakan, untuk desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak, sudah ada kreteria dan aturan Permendes, juga sudah ada syarat-syarat pemilihnya.

"Bagi warga yang berdomisili desa tersebut, ketika melakukan Pilkades pastikan sudah sudah divaksin Covid-19, dengan melampirkan bukti sertifikat vaksin Covid-19, minimal vaksin dosis pertama," terang Sekda.

Sedangkan Kajari Merangin Ny Raden Roro Theresia Tri Widorini menambahkan bahwa untuk Pilkades dipastikan selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kita perlu memasang Barkot Peduli Lindungi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades serentak tersebut. Ini untuk memastikan siapa saja yang berada di TPS sudah divaksin Covid-19," pinta Kajari.

Baca juga: Omicron Makin Menghkawatirkan, Warga dari 14 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Selain itu Kajari Merangin menegaskan, untuk vaksinasi pada anak usia 6 - 12 tahun, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terlebih dahulu harus mensosialisasikan kepada orang tua murid.

"Supaya anak-anak tertarik untuk divaksin, perlu dibuat mainan atau hadiah, yang bisa menarik anak-anak  mau divaksin Covid-19. Termasuk pemberian permen  atau difoto bersama Tokoh Kartun yang disenangi," pinta Kajari. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved