Pemilihan Presiden 2024

Kalah Dari Prabowo Sebagai Capres, Anies Baswedan Justru Terfavorit Jadi Cawapres

Elektabilitas Anies Baswedan kalah dari Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang

Editor: Rahimin
tribunnews
Ridwan Kami, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Kalah Dari Prabowo Sebagai Capres, Anies Baswedan Justru Terfavorit Jadi Cawapres 

Sementara, untuk bursa calon wakil presiden, elektabilitas Anies Baswedan berada di posisi teratas.

Dalam pertanyaan terbuka dengan simulasi top of mind, Anies Baswedan paling banyak dipilih masyarakat sebagai calon wakil presiden yakni 9,4 persen responden.

Anies Baswedan mengungguli 30 nama cawapres potensial 2024 seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Ganjar Pranowo.

Keterpilihan Sandiaga Uno sebagai Cawapres adalah 8,7 persen, Ganjar Pranowo 8,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,6 persen.

Ridwan Kamil dipilih oleh 4,5 persen, Prabowo Subianto 3,5 persen, Erick Thohir 3,1 persen, Airlangga Hartarto 2,9 persen, Tri Rismaharini 2,1 persen, dan beberapa nama lain di bawah 2 persen.

”Anies jadi top of mind sebagai wapres. Lalu ada Sandi, Ganjar, AHY, Ridwan kamil. Pak Prabowo, ada yang menyebut Pak Prabowo sebagai cawapres. Lalu Erick, ya, juga cukup tinggi," Burhanuddin Muhtadi menjelaskan.

Ketika Indikator mengeluarkan tiga nama, yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies dari bursa cawapres pilihan responden.

Lantaran nama mereka paling banyak dipilih sebagai calon presiden, maka nama Sandiaga menjadi Cawapres yang paling banyak dipilih dengan raihan 25 persen responden.

Posisi kedua adalah Ridwan Kamil sebesar 15,3 persen, AHY 12 persen, Erick Thohir 7,9 persen, Airlangga 7,3 persen, serta beberapa nama lain di bawah 7 persen.

"Ini simulasi 12 nama yang kita anggap potensial. Nama Anies, Ganjar dan Prabowo kita take out. Sandi paling tinggi. Disusul Ridwan Kamil, AHY, Erick dan Airlangga," tutur Burhanuddin.

Terkait pilihan partai politik, hasil survei Indikator Politik Indonesia memperlihatkan, delapan partai politik yang berhasil melewati ambang batas parlemen.

Elektabilitas tertinggi masih dipegang PDIP dengan 26,4 persen.

Setelah PDI-P, Partai Gerindra dengan perolehan 11,1 persen pemilih; Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,7 persen.

Untuk PKB, PKS, NasDem dan PPP serta beberapa partai politik lainnya hanya mendapatkan perolehan di bawah 7 persen.

"Gerindra 11,1 persen; Golkar 10,4 persen; Demokrat 8,7 persen; PKB 6,8 persen; PKS 5,3 persen; NasDem dan PPP 4,0 persen; PAN 2,5 persen, Perindo 2,0 persen dan partai lain di bawah 1 persen," katanya.(tribun network/riz/mam/dod)

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved