Breaking News:

Daerah

MA Kabulkan 40 Persen dari Gugatan Ganti Rugi Jembatan Muara Sabak

Mahkamah Agung menerima gugatan Pemda terhadap ganti rugi kerusakan jembatan JMS akibat insiden kapal tongkang milik PT. Sumber Cipta Modal II

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Hendri Dunan
ist
Kondisi Jembatan Muara Sabak yang tertabrak tongkang, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahkamah Agung putuskan menerima gugatan Pemda terhadap ganti rugi kerusakan jembatan JMS akibat insiden kapal tongkang milik PT. Sumber Cipta Modal II beberapa tahun lalu.
Berdasarkan putusan MA, ganti rugi yang harus dibayarkan pihak tergugat yakni PT. Sumber Cipta Modal II senilai Rp 12,968.000.000 Miliar.
"Artinya 40 persen yang dikabulkan dari aset yang dituntut, yakni Rp21 miliar. Karena pertimbangan pihak pengadilan berkesimpulan bahwa nilai aset secara keseluruhan tidak rusak, masih bisa manfaatkan," jelas Kabag Hukum Setda Tanjabtim Idris, Kamis (6/1).
"Yang dikabulkan ganti rugi itu senilai Rp 12,968.000.000 Miliar atau 40 persen dari yang diajukan Pemkab sebesar Rp21 miliar," sambungnya.

Baca juga: Soal Tongkang Serempet Jembatan Muara Sabak 2014 Lalu, Berujung Ganti Rugi Rp 12,9 Miliar

Untuk diketahui, bahwa pada tahun 20214 silam Jembatan Muara Sabak ditabrak oleh tug boat milik PT. Sumber Cipta Moda II. Kemudian pada tahun 2017 silam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Batam dimenangkan oleh tergugat dan pihak perusahaan tidak diwajibkan untuk mengganti kerugian.
Atas putusan itu, pada tahun 2019 lalu Pemkab Tanjabtim mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Tanjab Timur, dan kemudian putusan tersebut terbukti adanya perbuatan melawan hukum dengan ganti rugi senilai Rp 12,968.000-000 miliar.
Namun pihak tergugat hanya mau membayar sebesar Rp6 miliar saja. Kemudian, Pemkab Tanjabtim kembali mengajukan Kasasi ke MA dan dikabulkan.

Baca juga: MA Putuskan PT Sumber Cipta II Harus Ganti Rugi Terkait Insiden Jembatan Muara Sabak (JMS)

Saat ini pemerintah kabupaten masih menunggu Aanmaning yang akan dilakukan oleh Pengadilan Batam sebagai Fasilitator, guna mempertemukan dua belah pihak tergugat dan tergugat untuk memperjelas proses ganti rugi nantinya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved